Dianthus: Kesempatan Kedua

Azalea Rhododendron
Chapter #26

Jujur

Akhirnya Rosa mau kembali ke ruangan Melati dengan bujukan Dianthus.

Rosa memegang tangan Dianthus ketika sepupunya itu membuka pintu ruangan VIP lantai dua, nomor lima.

Dan begitu pintu terbuka, terlihat tante Melati telah sadar di atas ranjangnya ditemani satu perawat yang tengah memeriksa infus tante Melati.

Perawat itu menoleh pada dua orang yang baru saja masuk ke ruangan itu dengan bergandengan tangan.

Dia menghela napas. "Akhirnya kalian datang juga, pasien baru saja sadar lagi. Dokter berharap kalian tidak membuat pasien tertekan lagi, mengerti!" seru perawat itu dengan tatapan tajam.

"Baiklah, kami mengerti mbak. Terima kasih." balas Dianthus dengan senyuman formalitasnya untuk pelanggan kafe. Sementara Rosa tetap diam sambil menundukkan kepalanya.

Perawat itu segera pergi begitu tugasnya di ruangan itu selesai.

Dianthus menarik pelan tangan Rosa untuk berjalan mendekati kasur tante Melati.

Dia menyenggol lengan Rosa untuk memberi kode agar Rosa bicara sesuatu pada tante Melati.

Tante Melati sendiri menatap keduanya dengan pandangan lembut.

"Maaf, Mama. Dian cerita kalau kepala Mama sakit setelah berdebat sama Rosa tadi. Jujur saja, Rosa tidak berniat untuk membuat Mama sakit. Rosa hanya mau jujur tentang semuanya pada Mama, maaf kalau Rosa malah membuat Mama tambah sakit." Rosa sama sekali tidak berani mengangkat kepalanya, dia hanya menunduk karena merasa sangat bersalah begitu Dianthus memberitahu kalau Mamanya sempat drop.

"Oh, sayang! Mama tidak apa-apa kok, jangan merasa bersalah begitu, ya?" ucap Melati sambil menggenggam tangan putrinya.

Dia merentangkan kedua tangannya memberi kode agar Rosa masuk ke pelukannya, dia juga memberi kode pada Dianthus untuk ikut berpelukan dengan mereka.

Masalah pun selesai pagi itu juga.

Namun sepanjang hari, Melati merasakan ada hal yang berbeda dengan kedua perempuan yang menjaganya ini.

Kedua anak itu masih baik padanya, masih mau mengobrol walaupun singkat. Dianthus masih melakukan Salat Zuhur, bahkan Rosa pun ikut Salat Zuhur.

Tadi Rosa yang menyuapinya makan siang dan mengobrol singkat dengannya.

Tapi Melati bisa merasakan bahwa dirinya dan Rosa seperti punya jarak yang tidak terlihat. Seperti ada bentang yang memisahkan dirinya dan putrinya, tapi Melati tidak tahu kenapa bisa ada jarak itu.

Lalu sore harinya, di mana Rosa duduk di sofa ruangan dengan televisi menyala di depannya. Sementara Dianthus duduk di samping Melati untuk menjaganya dari dekat. Ya, semacam dirinya mendapatkan jadwal bagian sore untuk duduk di samping Melati.

Lihat selengkapnya