Dianthus berjalan menuju kos setelah seharian bekerja di kafe.
Lebih tepatnya, dia harus memulihkan tenaganya yang terkuras karena terlalu banyak menangis.
Perempuan itu berjalan dengan tubuh yang lemas. Dia tidak menyangka, hanya dengan menangis saja tenaganya bisa terkuras habis. Padahal, sepulang dari tempat kerjanya, dia masih memiliki banyak energi.
Dianthus akhirnya sampai juga di kosnya. Namun, saat baru berdiri di teras, dia mendengar suara keributan dari dalam rumah.
"Mama gila! Kenapa Mama malah melakukan itu kepada Dianthus!" teriak Rosa dari dalam.
"Mama tidak punya pilihan lain, Nak!"
'Suara Tante Melati dan suara Rosa?'
'Sebenarnya apa yang terjadi di dalam?'
Dianthus segera masuk ke dalam kos.
Begitu tiba di ruang tengah, dia melihat Rosa dan Tante Melati berdiri saling berhadapan dengan jarak yang cukup jauh. Suasana di ruang tengah itu pun terasa tegang akibat perdebatan mereka sebelumnya.
Rosa dan Melati menoleh ke arah Dianthus yang baru saja datang.
"Ada apa ini?"
Dianthus bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi di antara kedua perempuan itu hingga mereka berdebat.
"Kenapa kalian berdebat? Ada masalah apa?"
Namun, kedua perempuan yang berbeda usia itu tetap diam. Tidak ada satu pun yang menjawab pertanyaan Dianthus.
Dianthus hanya berdiri kebingungan, seolah-olah berbicara kepada tembok. Dia menatap kedua perempuan itu secara bergantian karena tidak ada yang menjawab pertanyaannya.
"ADA APA?!"
Rosa menatap mamanya yang masih diam. Akhirnya, dia yang menjawab pertanyaan Dianthus.
"Dian—"
"Rosa!" seru Melati, berusaha menghentikan putrinya agar tidak memberi tahu Dianthus saat itu juga.
Rosa menatap Melati dengan tatapan menantang. "Kenapa? Mama juga tidak mau memberi tahu Dian. Jadi, biar aku saja yang memberitahunya."
"Rosa!"
"Cukup!" seru Dianthus sambil melotot secara bergantian kepada sepupu dan tantenya.
"Tidak ada yang boleh bertengkar lagi! Tidak di depanku saat ini!" seru Dianthus memperingatkan mereka berdua.
Dia menoleh kepada Rosa yang tadi hendak menjawab pertanyaannya.
"Rosa, sekarang jelaskan apa yang terjadi di sini sebelum aku datang. Apa yang kalian perdebatkan tadi?"