Dianthus: Kesempatan Kedua

Azalea Rhododendron
Chapter #31

Pengacara

Ezra membawa Dianthus keluar dari kantor polisi. Ia mengajak perempuan itu duduk di salah satu kursi yang berada di taman depan kantor polisi.

"Pelan-pelan duduknya," ucap Ezra kepada Dianthus.

"Tunggu di sini, ya. Saya mau membeli minuman dulu, ya?" kata Ezra.

Dianthus menganggukkan kepala sebagai jawaban.

Ezra kemudian meninggalkan Dianthus untuk mencari minuman di warung-warung yang berada di sekitar kantor polisi.

Sambil menunggu Ezra membeli minuman untuknya, Dianthus hanya duduk diam sesuai dengan permintaan pria itu.

Namun, suara seseorang memanggil namanya sehingga ia menoleh.

"Nona?"

Dianthus menoleh ke arah orang yang memanggilnya.

"Eh, Anda petugas yang membantu saya mengangkat koper waktu itu, ya?" ucap Dianthus setelah mengingat wajah orang yang berdiri di hadapannya.

Pria itu menganggukkan kepala. "Benar, Nona. Saya yang membantu Anda waktu itu. Namun, sedang apa Anda di sini?"

"Pagi tadi ada telepon dari sini yang memberi tahu bahwa paman saya yang melakukan kekerasan terhadap Tante saya sudah ditangkap. Jadi, kami diminta datang ke sini."

"Oh, begitu. Namun, kenapa Anda duduk di luar, bukan di dalam?"

"Oh, itu karena saya tidak tahan berada di dalam. Jadi, saya dibawa ke luar dan diminta duduk di sini."

"Oh, begitu. Oh ya, perkenalkan, Nona. Saya Frin."

"Saya Dianthus. Panggil saja Dian. Terima kasih atas bantuan Anda mengangkat koper-koper saya beberapa hari yang lalu."

"Oh, tidak perlu sampai begitu. Itu sudah menjadi tugas saya."

"Dian!" panggil Ezra, membuat Dianthus menoleh. Petugas muda bernama Frin itu pun ikut menoleh.

"Ezra?"

Pria itu menghampiri Dianthus, lalu menyerahkan sebotol air mineral kepadanya. Dianthus menerima botol tersebut, kemudian ia kembali duduk di kursinya.

Ezra menatap Frin dengan tatapan datar. "Anda siapa?"

"Oh, saya Frin, salah satu petugas muda di kantor polisi ini, Tuan," jawab petugas muda itu sambil mengulurkan tangan.

"Oh, begitu. Perkenalkan, saya calon tunangan Dianthus."

Dianthus yang sedang minum hampir menyemburkan air yang ada di mulutnya saat mendengar ucapan Ezra.

Ezra menjabat tangan Frin sambil memberikan senyum formal. Sementara itu, Frin tampak terkejut mendengar perkenalan Ezra.

Setelah tangan mereka terlepas, Frin merasa kehadirannya tidak diinginkan di tempat itu. Ia pun segera pamit dan undur diri.

Ezra memandang Frin yang berjalan menjauh hingga akhirnya menghilang dari pandangannya. Setelah itu, ia langsung duduk di samping Dianthus.

Dianthus menepuk bahu Ezra dengan cukup keras.

"Kenapa Anda malah memperkenalkan diri sebagai calon tunanganku?"

Ezra tetap mempertahankan wajah datarnya. "Memangnya kenapa? Kita memang calon tunangan. Sebentar lagi kita akan bertunangan, lalu menikah."

Ezra menjawab dengan sangat santai. Sementara itu, wajah Dianthus memerah mendengar ucapan tersebut.

Lihat selengkapnya