Dianthus: Kesempatan Kedua

Azalea Rhododendron
Chapter #37

Kejujuran

"Gue lihat Rosa dekat sama cowok lain. Kok bisa?"

Dianthus langsung melotot mendengar pertanyaan itu. Firasat buruknya menjadi-jadi.

"Dian, kok lu diem? Ayo jawab!" tanya Leon mendesak Aqeela.

"Ah, iya Pak?"

"Lu tahu Rosa dekat sama cowok lain?" tanya Leon yang melotot pada Dianthus.

Dianthus tanpa sadar meneguk ludahnya begitu melihat ekspresi Leon.

"Saya tahu cukup lama, Pak Leon. Tapi demi apa pun, saya dan Tante Melati sudah memperingatkan dia. Kami juga memberikan dia saran untuk memikirkan ulang, agar dia tidak menyesal ke depannya." jelas Dianthus pada Leon.

Leon menganggukkan kepalanya. "Oke, lo boleh pergi." ucap Leon.

Setelah itu, Leon berdiri dan pergi menjauh.

Dianthus juga berdiri dari duduknya dan berjalan menuju teman-temannya.

Begitu Dianthus sampai, teman-temannya langsung bertubi-tubi pertanyaan.

"Kenapa Dian?"

"Kok Pak Leon beda gitu ya raut wajahnya? Lo bikin salah apa?"

"Dia bilang apa aja ke lo, Dian?"

"Apa gaji lo dinaikin?"

"Syuuttt! Syuuutt! Syuuttt!" seru Aqeela sambil menempelkan satu jari tangan kanannya ke bibirnya sendiri.

Seketika teman-temannya berhenti ribut.

"Diam! Aku bakalan jawab satu-satu." ucap Dianthus dan teman-temannya menganggukkan kepala mereka.

"Tadi Pak Bos cuman nanya soal Rosa doang. Aku enggak bikin salah apapun dan gajiku tidak dinaikkan." jelas Dianthus dengan nada lemah di bagian akhir.

"Rosa?" Lena menyebut nama sepupu Dianthus itu.

Dianthus menganggukkan kepalanya. "Iya."

"Gue boleh ngomong?" ucap Reka yang bertanya pada Dianthus.

Dianthus heran dengan permintaan Reka, tapi dia menganggukkan kepalanya.

"Sebenarnya gue diajak Pak Leon untuk menemani dia belanja beberapa hari yang lalu. Terus gue sama Pak Leon gak sengaja ngeliat sepupu lo lagi jalan bareng pria dewasa dan seorang anak kecil." jelas Reka pada teman-temannya.

Dianthus langsung berkeringat dingin setelah mendengar cerita Reka itu.

'Gila.' batinnya tanpa sadar.

"Gue sama Pak Leon kaget banget ngeliat sepupu lo jalan sama pria asing dan seorang anak kecil. Mereka juga kelihatan seperti keluarga kecil yang

Dianthus dan Ezra memasuki sebuah Kafe.

Dianthus melihat sekitar Kafe dan menemukan mantan kekasihnya duduk di salah satu meja.

Dianthus menatap Ezra yang juga menatap mantan kekasihnya. Ezra membalas tatapan Dianthus setelah mantan kekasihnya itu menoleh ke arah mereka.

"Kamu yakin? Mau aku temani?" tanya Ezra pada Dianthus.

Dianthus menggelengkan kepalanya. "Aku bisa sendiri." jawabnya.

Ezra menganggukkan kepalanya dan mereka pun berpisah. Ezra duduk di salah satu meja kosong dekat jendela Kafe dan dia langsung memesan minuman kepada salah seorang pelayan.

Sementara Dianthus berjalan menuju meja mantan kekasihnya itu.

"Halo! Maaf baru datang, udah nunggu lama?"

Zain yang sejak tadi memang memandangi Dianthus tersenyum. "Tidak apa-apa."

"Silahkan duduk, Dian."

Dianthus pun duduk di depan Zain.

Zain menoleh sekali pada Ezra yang mengawasi mereka dari meja lain.

"Kamu sekarang dekat dengannya ya?"

Dianthus paham maksud dari pertanyaan Zain itu.

"Benar, kami semakin dekat sekarang. Lalu, bagaimana denganmu? Masih dengan perempuan itu kan?" tanya Dianthus pada Zain.

"Kami juga semakin dekat." jawab Zain.

"Baguslah."

Lihat selengkapnya