Katakan saja saat ini Cynthia sedang uji nyali. Sebab bagaimana tidak dikatakan uji nyali. Seluruh murid asramanya sudah telah lebih dulu berada dalam kamar mereka masing-masing. Bersenda gurau sambil menyantap makanan ringan dalam genggaman tangan masing masing murid. Ada pula yang mungkin telah terbang dalam mimpi kini. Yang aneh itu Cynthia. Kenapa ia lebih memilih berada di luar kamar? Sedang apa? Dan untuk apa? Aneh bukan?
Cynthia suka menulis. Ia juga suka ketenangan. Ia suka dengan bulan. Dan ia juga suka menatap langit malam yang bertumpah ruah bintang di atas kepalanya. Sayangnya kali ini Cynthia tak mendapatkannya malam ini. Sebab bulan yang berbentuk bulat sempurna itu tengah memancarkan sinar yang terangnya bagai lampu pijar raksasa. Halaman asrama yang bisanya terlihat gelap kini terlihat sejelas saat matahari pagi hadir. Seterang itu? Sungguh iya. Cynthia tak bohong.
Alat tulis di atas pangkuannya mulai kembali bekerja. Tangan itu mulai menorehkan tinta di atas lembaran polos yang masih tak berisi oretan-oretan perasaannya dalam satu hari ini. Cynthia memiliki hari baik di sepanjang hari ini. Cynthia senang. Tintanya penanya berwarna biru. Alat tulisnya pun memiliki motif seekor anak ayam yang paruhnya menggemaskan bagi Cynthia. Tapi tidak bagi Claire, sahabatnya. Katanya Claire, bentuknya sedikit tak disukainya. Dan Claire jujur tentang itu.
Cynthia tiba-tiba di kejutkan dengan angin malam yang bertiup begitu kencang. Sampai anak rambutnya yang panjangnya beberapa senti dibawah pundaknya terhempas dan menampar anak wajahnya. Beberapa alat tulisnya sampai ada yang terjatuh dan digelinding angin. Ada sekitar satu meter berada jauh darinya.
Anginya nakal. Cynthia memisuh sebal. Dengan terpaksa ia meletakkan buku catatannya di undakan asramanya. Ia tadi duduk di undakan beranda asrama kamanya. Dengan meletakkan botol air miliknya di atas catatannya, Cynthia berharap angin juga tak membawa anak bukuya terbang menyusul penanya yang untuk kedua kalinya mengelinding menjauhi dirinya seiring angin meniupkan desirannya pada bumi. Cynthia sebal jadinya.