"Kullu nafsin za iqatul maut, wa innama tuwaffauna ujurakum yaumal-qiyamah, fa man zuhziha 'anin-nari wa udkhilal-jannata fa qad faz, wa mal-hayatud-dun-ya illa mata'ul-gurur,"
"Yang artinya: Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya,"
Tausiahnya terdengar jelas dari luar jendela, sejak tadi ia tidak ingin masuk kedalam masjid walau sekedar mendengar tausiah ayah mertua pada santriwati. Wanita itu sepertinya tidak terima dengan kematian dua anaknya, terlebih ayah dan ibu mertuanya tidak sependapat dengan keinginannya. Lala hanya di samping luar masjid, dua daun kupingnya kembali jelas mendengar.