Aku selalu percaya bahwa beberapa orang hadir dalam hidup kita hanya untuk lewat. Sebagian lagi untuk tinggal sebentar, memberi pelajaran, lalu pergi. Tapi ada juga yang diam-diam berjalan beriringan.
dari awal tanpa pernah kita sadari sampai akhirnya waktu yang mempertemukan rasa itu kembali, di saat yang tak pernah direncanakan.
Dia adalah teman masa kecilku. Kami tumbuh di lingkungan yang sama, bermain di jalanan yang sama dan mengenal hari Minggu bukan hanya sebagai hari libur, tapi hari di mana kami duduk di bangku kecil, mendengarkan cerita tentang kasih di gereja kala itu.
Sampai waktu berlalu, sosok gadis kecil itu tumbuh, menjadi pribadi yang ceria, penuh perhatian, dan entah kenapa selalu punya cara untuk membuat semua orang merasa nyaman di dekatnya.
Diamana waktu yang pernah memisahkan kami bertahun-tahun tak saling bertemu, smapai satu saat deimana, di momen sederhana, mengubah segalanya.
Saat itu acara ulang tahun keponakanku. Aku datang tanpa ekspektasi, hanya sosok yang menjadi bagian dari momen keluarga dan di sana, di tengah riuh suara tawa anak-anak dan nyanyian ulang tahun, aku melihat sosok yang begitu familiar, tapi jauh lebih dewasa. Dia yang kini menjadi seseorang yang begitu dekat dengan dunia anak-anak kecil di sekelilingnya, sosok yang dipercaya untuk membimbing, mendampingi dan menjadi pengajar bagi anak kecil dan menjadi bagian dari dunia mereka.