Dibalik kata MoveOn

Pemberi Nyaman
Chapter #8

Bukan Dua Hati, Tapi Satu yang Terlambat Kujaga

Setelah semua hancur di hadapan Clara, aku pikir badai paling besar telah berlalu. Tapi nyatanya, badai itu baru saja berpindah arah dan kali ini menghantam orang yang justru paling ingin kulindungi: Laura.

Dia tidak marah. Tidak langsung memaki atau pergi begitu saja. Tapi justru itulah yang paling menakutkan. Karena diamnya adalah sunyi yang memuat terlalu banyak tanya. Matanya masih menatapku seperti biasanya hangat, tapi ada jarak yang tumbuh pelan-pelan, seperti dinding transparan yang tak bisa kulalui.

"Aku gak tahu... harus percaya yang mana."

katanya malam itu.

"Kamu terlalu baik ke Clara dan itu gak salah. Tapi salahku juga karena berharap kamu cuma punya satu arah."

Dan malam itu, aku memilih diam. Bukan karena tak punya jawaban, tapi karena sedang menyusun keberanian untuk berkata sejujurnya mungkin.

"Aku gak pernah niat mainin kalian. Sumpah. Aku cuma gak tahu cara yang tepat buat melepaskan seseorang yang pernah hancur karena aku,"

"Aku cuma... masih merasa bertanggung jawab. Tapi bukan cinta. Bukan ingin kembali."

jawabku pelan.

Lihat selengkapnya