Ada sebuah ungkapan yang ramai di dunia bercerita, baik itu seorang penulis, atau juga seorang pembuat film.
She fell first, but He fell harder.
Sebuah ungkapan yang cukup membuat perut tergelitik ataupun bibir mengembang karena tersenyum.
Lalu apakah itu hanya sebuah kata-kata fiksi karena muncul dari sebuah karya fiksi?
Tidak pernah ada yang tahu. Tidak ada satupun orang yang tahu.
Aku dulu adalah seseorang yang tidak percaya dengan hal itu, apalagi.
Love at first sight.
Itu hanya sebuah akal-akalan dari para kreator, mereka ingin menjustifikasi pemikiran mereka bahwa ada yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama.
Tapi seakan menjilat ludah sendiri, aku, jatuh cinta, kepada orang yang begitu dingin.
Bukan hanya tatapan dan kata-katanya, tapi juga perbuatannya.
Meskipun pada awalnya dia menyakiti perasaanku, tapi aku tidak bisa berbohong.
Bahwa aku, menyukainya.
-Daisy, Ansara Sakra
***
Menilai hidup seseorang dapat dilihat dari bagaimana caranya menjalani pagi hari. Pamungkas Dwiaji, seorang koki dan juga barista di sebuah cafe dan eatery bernama Coffee Buy. Ketika dia biasanya datang lebih siang, kini situasi mulai berubah.
Pamungkas harus datang lebih pagi, lebih tepatnya dia yang membuka cafe setiap hari dan melayani pelanggan sendirian setidaknya hingga jam 8 pagi. Hal ini terjadi karena kondisi percintaan kru Coffee Buy ada yang membaik dan ada yang tidak.
Julian, si Barista utama Coffee Buy kini kembali rujuk dengan mantan istrinya, biasanya dialah yang membuka cafe ini bersama dengan Grishey, lalu barulah jam 8 pagi, Pamungkas serta Rein datang.
Sedangkan Grishey yang merupakan store manajer dari Coffee Buy, konfliknya dengan Jerry sang pemilik Coffee Buy, tidak kunjung selesai dan akhirnya membuat situasi berubah, kini Grishey lah yang pergi dan bersembunyi, dan membuat Jerry harus mencarinya.
Sedangkan Luke dan Elena, setelah hebohnya aksi Luke yang melamar saat pameran, kini keduanya kembali sibuk dengan urusan masing-masing, ya keduanya sama-sama gila kerja, dan tidak heran jika mereka berdua memilih menyelesaikan 70% pekerjaan mereka sebelum menyusun pernikahan.
Nasib Jerry kini berada di tangan Grishey, kali ini dia benar-benar sudah tidak mau lagi menunggu.
“Biarin kali ini gantian dia yang nyari gue, capek gue nungguin dia bertahun-tahun pergi kesana kemari buat nyari mantan pacarnya yang pergi ninggalin dia, sedangkan gue di sampingnya gak dianggep.”
Itulah ucapan Grishey terakhir kali, sebelum akhirnya pergi meninggalkan cafe dan juga Jerry, kali ini mereka berdua main kucing-kucingan.
Pamungkas sebagai pertahanan terakhir akhirnya memilih untuk mengalah dan tetap membuka Coffee Buy, karena mereka sudah punya pelanggan tetap yang datang setiap pagi sebelum bekerja.
Sebagai seorang koki dia tidak bisa mengecewakan konsumennya hanya karena keegoisan dari teman-temannya, lagi pula, Jerry membuat Coffee Buy sebagai rumah kedua bagi teman-temannya yang tidak ingin pulang ke kehidupan nyata mereka.
Dan ini berlaku juga untuk Pamungkas, keputusannya untuk ikut Jerry kembali ke Indonesia sebenarnya cukup membuatnya was-was, dia tahu kembalinya ke Jakarta tidak mungkin tidak tercium oleh keluarganya.
Pamungkas hanya bisa berdoa, semoga kesenangannya dengan Coffee Buy akan bertahan sedikit lebih lama. Dia masih ingin disini bersama dengan yang lain.
***
“Welcome to Coffee Buy.”