Saat ini Arin berada di rumah, setelah dua hari berada di tempat laundry. Gadis itu kini kembali ke rumahnya. Menatap banyak berkas lamaran yang tersimpan di meja belajarnya. Gadis itu tetap fokus mengetik pada layar datar yang ada di hadapannya.
Senyum mengembang saat sudah menyelesaikan beberapa halaman di bab yang gadis itu kerjakan. Sudah menjadi kebiasaannya kalau sedang tidak melakukan kegiatan lainnya.
Gadis mungil itu merenggangkan semua otot-ototnya yang kaku. Setelah menyimpan dan mematikan notebooknya. Gadis mungil itu beranjak pergi keluar dari kamar menuju ke balkon. Hari sudah hampir sore. Sedangkan Rian pergi bekerja, gadis itu tak sendiri karena ada beberapa sepupunya. Tetapi mereka sedang sibuk dengan kuliahnya masing-masing.
Sore hari telah tiba, gadis itu segera membersihkan dirinya dari peluh keringat. Arin bergegas mandi. Setelah itu gadis itu bersiap-siap. Waktu sudah hampir menjelang malam. Sepertinya adiknya itu sibuk bekerja.
Tidak lama kemudian suara deru motor Jupiter Z merah datang. Arin tersenyum saat melihat adiknya seperti membawa sebuah makanan untuk makan malam ini.
"Buat teh hangat, aku mau mandi dulu." Pinta Rian dengan segera Arin lakukan.
Setelah itu kedua sepupunya datang, entah mereka darimana Arin tidak tau. Namun semuanya kembali kumpul pada malam hari. Suasana seperti selalu dilakukan, entah membuat gorengan yang siap di santap. Atau membuat masakan ala perkumpulan anak kos kata mereka.
"Gimana cari kerjanya, apakah sudah dapat?" Tanya Leana.
Arin menghela napas gusar, menghembuskan dengan kasar. "Sangat melelahkan ternyata. Kesana kesini, kasih masuk. Lamaran, tunggu panggilan." Jelasnya
"Ya, namanya cari kerja, pasti tidak mudah juga." Balas Leana lagi.
"Begitulah kehidupan, susah-susah dahulu, lalu bersenang-senang kemudian. Capeknya dahulu lalu bersenang-senang kemudian," balas Arin lagi terkekeh.
"Makanya tetep semangat ya," ujar Leana menyemangati kakak sepupunya itu. Membuat Arin hanya mengangguk saja sebagai jawaban.