Dilema Si Gadis Cantik

Dewi Eka Pratiwi
Chapter #1

Di Curigai Ada Hubungan

"Pagi dunia."seorang gadis cantik membuka jendela kamarnya sambil menghirup udara segar di pagi hari ini sejuk sekali,tiba-tiba gadis cantik itu di kejutkan oleh bunyi suara klakson mobil


Tin... tin...


Gadis cantik itu sudah berpakaian rapi dengan mengenakan pakaian rok panjang abu-abu hijab coklat dengan baju kemeja kotak-kotak berwarna hitam coklat


Ia pun keluar dari kamarnya dan bergegas menuju ke lantai bawah ke ruang makan di sana sudah ada sang ayah yang menunggunya sejak tadi untuk sarapan pagi bersama, gadis cantik itu pun menyapa sang ayah


"Pagi Ayah,Bella duluan ya Yah."Bella sambil tersenyum dan menyalami tangan sang ayah dan mengambil gelas berisi susu putih hangat dan roti tawar yang sudah di panggang


"Pagi juga sayang,hm.tidak sarapan pagi dengan ayah pagi ini?."Sang Ayah sambil melipat koran


"Maaf Yah sepertinya tidak,soalnya Dennis sudah ada menunggu di depan."Bella sedikit tidak enak hati pada sang ayah


"Baiklah kalau begitu Ayah antar sampai depan ya?."Sang ayah sambil beranjak dari tempat duduknya


Sesampainya di luar rumah sudah ada Dennis cowok keren itu hari ini Style-nya jaket Levis bertopi kupluk abu-abunya Ia pun bersalaman dengan Ayahnya Bella


"Selamat pagi Om."sapa Dennis ramah sambil tersenyum dan bersalaman dengan ayahnya Bella


"Selamat pagi juga Dennis,oh ya Om titip Bella ya Nis?, jagain dia."Mahendra sambil membalas senyum dan mengelus pundak anak gadisnya


"Iya itu pasti Om,Dennis akan selalu menjaga Bella sampai nanti kembali lagi ke rumah ini."Dennis sambil membalas senyuman ayahanda sahabat cantiknya itu


"Ya udah,kalo gitu kami berangkat dulu,ya Yah?,Assalamualaikum ayah."Bella sambil berpamitan dan tidak lupa menciumi punggung tanga sang ayah dan bergantian dengan sahabat tampannya itu


"Iya sayang, hati-hati ya kalian?,waalaikumsalam."Mahendra sambil tersenyum dan menunggu anak gadisnya itu berlalu pergi


"Iya Yah,dah.dah Ayah."Bella sambil melambaikan tangannya ke arah sang ayah


gadis cantik itu masih seperti anak kecil ketika saat mau berpergian melambaikan tangannya pada sang ayah



Setelah mereka berdua berpamitan bergantian bersalaman dengan ayahnya Bella dan mereka berdua pun bergegas masuk ke dalam mobil


"Pasang sabuknya."Dennis setelah memasang sabuk pengaman


"Siap boss."Bella sambil memperbaiki duduknya dan setelah itu memasang sabuk pengamannya


Setelah itu tidak lupa juga Ia menyalakan DVD player di dalam mobil sahabat tampannya itu


Gadis cantik itu memang begitu sudah terbiasa mengotak-atik di dalam mobil sahabat tampannya itu,banyak hal yang mereka bicarakan di dalam mobil pria tampan itu, berapa menit kemudian mereka berdua pun sudah ada di gedung kampus tempat mereka menganyam pendidikan

-

-

-

-

-

-

-

Di depan parkiran kampus sudah ada Bobby sahabatnya Dennis,Bella yang melihat cowok plontos yang satu itu langsung kabur meninggalkan sahabat tampannya itu


"Aku duluan ya Nis?,Intan tunggu."Bella yang sudah melepaskan sabuk pengaman dan langsung keluar dari mobil sahabat tampannya itu


tanpa menunggu jawaban dari sahabat tampannya itu sambil memanggil temannya yang lain yang melintas di depan pintu mobil pria tampan itu



Belum sempat mendengar ucapan sahabat tampannya itu, gadis cantik itu langsung desecepat mungkin keluar dari mobil pria tampan itu,karena ia tidak mau merusak moodnya yang sedang baik-baik saja karena si cowok plontos itu dan langsung berkumpul dengan teman-temannya yang lain dan berselang beberapa menit kemudian pria tampan itu pun turun dari dalam mobilnya



"Ciee dua sejoli baru datang nih."Bobby sambil senyum-senyum sendiri dan sambil memainkan alisnya naik turun


"Apaan sih lo Bob,gue jitak juga nih lollipop hm."Dennis sambil memeteng leher jenjang sahabatnya itu dan satu tangannya lagi sudah ada di jidat sohibnya itu, setelah sahabat cantik itu berlalu pergi menjauhi mereka



"Arg...Lepasin tangan lu dari leher gue,bisa mati kalo lu giniin gue terus,emang mau tanggung jawab?."Bobby agak sedikit memijit lehernya takutnya cedera ringan setelah terlepas dari tangan sohibnya itu


"Makanya omongan itu di jaga,jangan asal ngomong."Dennis sambil menenteng tas ranselnya setelah melepas tangannya dari leher sohibnya itu


"Emang lu yakin ga ada perasaan apa-apa gitu sama si Bella Nis?."Bobby dengan tatapan penuh dengan rasa penasaran sambil memijit lehernya takut kena syaraf kejepit


"Yakin lah,masa gak,kan lu yang nanya gue, bukan tanya orang lain."Dennis dengan entengnya sambil berlalu pergi meninggalkan,cowok plontos itu,setelah mengunci pintu mobilnya

-

-

-

-

-


Di tepat lain sesampainya di dalam ruangan fakultas disain grafis,Bella baru saja masuk ke dalam ruangan itu,sudah di sambut dengan celetukan temannya Stevania cewek berambut ikal panjang menyapa gadis cantik itu


"Pagi semua."Bella yang baru saja masuk dalam ruangan sambil menaruh tasnya


"Pagi juga Bella,cieee makin lengket aja nih sama Dennis,hehehe."Stevania mengikuti langkah sahabat cantiknya itu


"Apaan sih Vania,jangan bikin gosip aneh-aneh ah,kami berdua cuma sebatas teman gak lebih dari itu."Bella setelah menaruh tasnya


"Di dunia ini apa yang tidak mungkin Bella sayang,masa ada seorang cowok yang rela setiap hari jemput, apa jarak antara rumah kalian jauh, benarkanJenny."Stevania mencari pembelaan


"Benar tuh Bella apa yang di katakan Stevania,hari gini mana ada kali cowok yang rela bolak-balik antar jemput apa lagi jaraknya jauh."Jenny menimpali ucapan perempuan berambut ikal itu


Setelah mendengar perkataan dari teman-temannya itu,Bella pun mulai kepikiran terus tentang tuduhan teman-temannya


"Apa iya Dennis suka sama aku?,tapi sedangkan di saat waktu kami sering bersama berdua saja dia tidak pernah bilang apa-apa tentang perasaannya terhadap ku."Bella berkata dalam hatinya


sampai-sampai dosennya memulai topik materi tugas pun dia belum sadar


Ia baru tersadar waktu dosennya menghampirinya dan memanggil namanya


"Bella Dini Mahendra."Dosen yang tiba-tiba sudah ada di sampingnya


"Ah.i.i.iya Mister

."Bella terkejut dan langsung sadar dari lamunannya


"Kamu bisa menjawab pertanyaan tersebut?."Dosen itu sambil memberi marker pen


"Bisa Mister."Bella sambil beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju kedepan


sambil mikir benaran bisa gak dia menjawab pertanyaan tersebut,tapi kalau dasarnya dia memang pintar,apa lagi gadis cantik itu terkenal dengan kecerdasan yang di milikinya,walaupun pikirannya sedang bercabang tapi Ia tetap bisa menjawab dengan benar


"Sudah Mister."Bella sambil mengembalikan marker pen pada dosennya

Lihat selengkapnya