Pagi itu seorang pria paruh baya yang masih terlihat muda itu menikmati pemandangan di sekitar kantornya dan di temani oleh secangkir kopi,berselang beberapa menit kemudian pandangannya beralih ke sebuah vas foto yang menampilkan gambar seorang ibu dan anak perempuan berusia sekitar sepuluh tahun yang ada di atas meja kerjanya lalu ia gapai vas foto dan berbicara dengan foto itu
Huft....
"Apa kabar mu di sana sayang dengan calon anak kita?,tidak terasa sudah hampir delapan tahun lamanya,kamu dan calon anak kita yang ke dua telah meninggalkan aku dan anak perempuan kita,yang sekarang sudah beranjak menjadi seorang gadis yang cantik persis seperti mu,coba saja kamu masih ada disini sayang,mungkin saat ini kalian akan selalu mengabiskan waktu bersama setiap harinya."Mahendra sambil tersenyum, menitikkan air mata,sambil mengelus dan mengecup bingkai foto itu, kemudian ia kembalikan lagi ke atas meja kerjanya
Huft...
Tidak terasa sudah hampir delapan tahun yang lalu sang istri tercintanya telah pergi untuk selamanya Sonya Faridah wanita sederhana namun cantik yang Mahendra kenal waktu saat mereka masih zaman sekolah dulu wanita yang mampu meraih hatinya yang terlalu tidak perduli terhadap banyak wanita yang mencoba untuk dapat dekat dengannya
Bunda Sonya meninggal akibat pendarahan dan tidak bisa mempertahankan calon anaknya yang kedua yaitu calon adiknya Bella,yang tidak berkembang dengan sempurna,padahal mereka sudah menantikan kehadirannya sejak lama,karena Bunda Sonya memang sulit untuk hamil,waktu itu pas hamilnya Bella saja mereka harus menantinya sampai usia pernikahan tiga tahun dulu baru lahirlah seorang gadis cantik dengan bulu mata lentik, alisnya yang tebal,badan gembul dan dengan pipi memerah nya
Berselang beberapa menit kemudian datanglah rekan kerjanya yang masuk ruang kerja duda tampan itu dengan seorang wanita cantik yang merupakan salah satu dari klien barunya
Tok
Tok
"Silahkan masuk."Mahendra dengan suara ramah ciri khasnya ketika bertemu dengan kliennya dan kemudian berdiri dari tempat duduknya
"Pak Mahendra ini ada klien baru kita nama nya Bu Siska beliau ingin mencari disain rumah."Gustaf staff kantor sekaligus teman duda tampan itu
"Saya Siska yang ingin melihat-lihat gambar desain rumah yang cocok buat saya dan anak laki-laki saya."Siska memperkenalkan diri
"Mari saya perlihatkan konsep yang sesuai dengan anda inginkan."Mahendra sambil mengulirkan layar iPad nya dan memberikannya kepada kliennya itu
"Kalau begitu saya keluar dulu, sampai ketemu nanti,permisih."Gustaf beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju keluar ruangan duda tampan itu
"Iya sampai ketemu di rapat nanti."Mahendra duduk di kursi berbeda dengan kliennya
Kini tinggal mereka berdua saja di ruangan itu dan suasana pun seketika langsung berubah canggung tidak seperti biasanya padahal duda tampan itu sering bertemu dengan klien wanitanya juga namun bersama pasangannya
"Sepertinya ini yang cocok buat saya dan anak laki-laki saya,harganya juga terjangkau untuk saya dan dananya langsung saya transfer ya pak?."Siska sambil menunjukkan gambar yang Ia ingini
"Baik Buk,akan segera kami mengonfirmasikan pembayaran anda."Mahendra tersenyum sambil menerima Ipad-nya
"Kalau bisa saya juga ingin berkerja di perusahaan ini."Siska sambil menaruh tangannya di atas pangkuannya
"Hm.kalau untuk lowongan kerja bukan wewenang saya,tapi pak Alvin sang pemilik perusahaan ini,kalau anda ingin bertemu dengan beliau,saya bisa mengantarkan ke ruangan kerja beliau."Mahendra tersenyum
"Saya sangat ingin sekali bertemu dengan beliau, kalau anda tidak keberatan, bisa tidak mengantarkan saya untuk bertemu dengan beliau?."Siska bersemangat
"Tentu saja,mari saya antar ke ruangan pak Alvin."Mahendra sambil beranjak dari tempat duduknya
Beberapa menit kemudian duda tampan itu pun kembali ke ruang kerjanya dan tidak lama kemudian di susul dengan teman dan rekan kerjanya pun mendatanginya
"Yuk rapat?,"Gustaf setelah masuk ke dalam ruang kerja duda tampan itu
"Tunggu sebentar,nah ini dia yang di cari."Mahendra setelah menemukan map yang ia cari
Baru saja hendak melangkahkan kakinya tiba-tiba saja ponsel duda tampan itu berbunyi dan panggilan itu dari sang putri
semata wayangnya