Dilihat lagi dan lagi

Oleh: Aris Setiawan

Blurb

Faris bukan remaja yang suka mengikuti arus.
Di saat yang lain menikmati hal-hal yang sama, ia memilih berdiri di sudut—menjadi dirinya sendiri, meski sering disebut kuno dan sok beda.
Hari pertama sekolah selalu menjadi momen yang paling menegangkan.
Tatapan, bisikan, dan kruk yang tak pernah luput dari perhatian membuat Faris kembali bertanya: apakah menjadi berbeda selalu berarti harus kuat sendirian?
Sebuah kisah tentang remaja, penerimaan diri, dan keberanian berdiri di tengah tatapan dunia.

Lihat selengkapnya