Ditodong Dito

Mus'ad Firdaus
Chapter #4

Honderd onderwerpen

"Dit, gua kan baru kenal deket sama lu nih... hm maksudnya gua mau nanya tentang kenapa lu putus sekolah?"

Naisa memiringkan kepalanya lebih dekat. Rambut yang menutupi dahinya ia selipkan di belakang telinga.

"Panjang si ceritanya, Nai." Aku melahap es krim tanpa menoleh ke arah Naisa.

Naisa tidak merasa terabaikan, karena dia tau itu akan membuatku terpojok. "Kalo tipe cewek, lu punya ga?" tambah Naisa.

Suapanku dilambat berusaha menangkap pertanyaan yang satu ini. "Cewek? Serius, Nai nanya gini?" Aku memandang cepat dirinya yang menampakan dua gigi seri kelinci. Ia mengangguk cepat menyampingkan cup di depannya.

"Dulu pernah suka sama orang..." Aku sengaja berhenti.

"Terus? Masih?"

"Soalnya dulu nembaknya pas SD kelas 6, Nai." Aku mengaduk es krim, mendetumkan kedua kaki ke lantai, dan mendecak berulang. "Salah juga sih, kenapa dulu pernah nembak cewek. Sekarang juga udah asing..."

"Hah, asing?" Naisa melancipkan sisi bibir, giginya terlihat, tangannya tak tahan menutup mulutnya.

"Yeh, udahlah lupain aja...malah ngeledek lu mah."

Lihat selengkapnya