DOBLE S

Novia dewi
Chapter #1

Pencapaian Tanpa Sengaja

Berawal dari aksi kejar-kejaran dalam sebuah pusat perbelanjaan ternama di Bali, terdengar suara mobil Polisi, Tentara, juga Unit Anti Teror. Seluruh pegawai dan pengunjung mal dievakuasi. Ada salah seorang anak yang merengek kepada ibunya.

"Mama... Pogi masih di dalam! Aku mau cari dia..." ucap anak kecil itu dengan menangis.

Ibunya langsung menggendongnya. "Tapi dia kan hanya anjing, sayang. Jangan kamu pikirkan... Nanti kalau dia tidak kembali, kita beli anjing lain," ucap ibunya menghibur.

"Tidak mau...! Aku hanya mau Pogi... Pogi... Pogi..." teriak anak itu.


Salah satu pegawai pusat perbelanjaan yang kebetulan ada sebelah orang itu pun tidak tahan mendengar rengekan itu, ia menoleh ke anak kecil itu.

"Adik kecil... Jika kakak ambilkan anjingmu, apakah kamu akan berhenti menangis?" tanyanya.

Anak kecil itu mengangguk.

"Baiklah," ucapnya.

Tanpa pikir panjang lagi, ia menerobos kerumunan orang yang ada di sana dan melewati garis polisi. Ia pun bergegas lari menuju pintu.

"Berhenti...!" ucap salah seorang Polisi, namun ia tetap tidak peduli.


Bahkan suara tembakan peluru tidak membuat langkahnya terhenti dan tidak membuatnya gentar sama sekali. Ia pun masuk ke dalam mal, ia pun mengambil pedang dari baju besi abad pertengahan yang ada di kedua sisi eskalator.

"Heh... Kenapa masih di sini?" suara lantang itu mengagetkannya. "Cepat keluar... Di sini sangat berbahaya," ucap petugas Unit Anti Teror.

"Aku mau mencari anjingku yang tertinggal di sini," ucapnya.

"Nanti kami yang akan mencari anjingmu," ucapnya.

Ia pun mengambil tameng properti baju Sirah abad pertengahan dan mendorong orang itu. Ia menangkis semua peluru yang ditembakkan ke arah mereka.

"Cepat bantu aku," ucap gadis itu.

"Ya... Baik," ucap petugas, lalu menembak ke arah penyerang itu.

Di tengah teroris itu saling adu tembak dengan Unit Anti Teror, gadis itu melempar Teroris itu dengan tameng dan mengenainya tepat di dadanya.

Dengan sigap, ia mengambil senjata yang ia gunakan, hal itu dilihat oleh petugas yang lainnya.


Semua kaget dan terdiam, gadis itu mengangkat senjata dan menembakkan peluru menuju lantai dua mal. Dengan ganas ia terus menembak, terdengar suara pecahan kaca. Seluruh petugas menoleh, ada beberapa orang yang jatuh.

"Heh... Kenapa kalian diam? Ayo bergerak...! Kalian kira Teroris di sini ! Cepat......!" ucap gadis itu dengan lantang.


Mereka semua berpencar dan bergerak dengan hati-hati dan penuh perhitungan menyusuri sudut-sudut mal.

Dari luar mal, orang-orang mendengar suara tembakan yang tiada henti, tampak ketegangan dari wajah mereka. Terlebih ada seseorang yang jatuh keluar gedung bersamaan pecahnya kaca, dalam ruangan itu, si gadis melihat ada petugas yang terluka terkena tembakan. Gadis itu benar-benar kesal terhadap teroris itu.

"Awas kalian... Tidak akan aku ampuni...!" ucapnya.

Ia pun berdiri di ruang lantai dua itu, kini ia memejamkan mata dan berkonsentrasi. "Fokus...... Fokus...... Fokus......" ucapnya dalam hati.


Awalnya ia mendengar detak jantungnya, semua organ yang bekerja dalam tubuhnya, perlahan keluar ia mendengar detak jarum jam. "Bukan..." ucapnya, ia pun terus memfokuskan diri lagi.

Lihat selengkapnya