don't worry about me

fasya aditya
Chapter #3

3. meet my angel

malam pun tiba di sepanjang perjalanan menuju cafe untuk bertemu dengan niko dan bunga, malam yang amat sangat membahagiakan di hidup gua, pada akhirnya, bunda dan bella terbuka dengan gua, tak lama berselang gua sampai di cafe tersebut.

disana terlihat dua manusia yang amat sangat gua sayangi, guapun menghampirinya, "wahhh gila kangen banget gua ama lu berdua" cerutu gua sambil memeluk mereka berdua, "buset dah, roman nya lagi happy nih" tanya niko kepada gua, guapun menjelaskan apa yang terjadi di hidup gua belakangan ini, "ya gapapa lah ya, satu satu ajah, hari ini nyokap sama adek lu, mungkin besok bokap sama abang lu yang mulai terbuka sama lu" pungkas bunga, yang seakan menenangkan hati gua, "ehh, mesen dulu gih, apapun yang lu pesen malam ini, mau semahal apapun, gua yang bayar" cerutu gua kepada mereka, merekapun langsung memesan apa yang mereka mau, " gila abis judi lu ya, tumben punya duit" tanya niko, di susul dengan tawa dari bunga, "buset mulut lu ya, ini duit dari nyokap gua, katanya untuk teraktir kalian makan, dan, dan besok gua nganter nyokap ke tempat syutingan bareng bella" merekapun tampak senang melihat gua senang, gua hanya bisa berdoa semoga kesenangan ini berlangsung selamanya, aminn.

pagi pun tiba, teteh telah mengetuk pintu kamar gua, karena semalem gua nitip pesen untuk bangunin gua pagi pagi, guapun bangun, bergegas mandi, setelah beres mandi gua berpakaian, lumayan rapi dengan pakaian yang gua punya, tak lama berselang bunda mengetuk pintu kamar gua, "abang udah bangun" tanya bunda, guapun membukakan pintu, "udah siap kok bun" bunda tersenyum melihat gua, "kenapa sih bun, ada yang aneh ya sama penampilan abang" bunda hanya tertawa dan memanggil bella, tak lama bella datang " kenapa bun" tanya bella, " lihat nih abang kamu, penampilanya" bella pun tertawa ketika melihat gua, ya gua gak tau itu salah, gua hanya memakai karena berwarna pink, dengan celana chino yang gua punya, apa yang salah, " mentereng banget bang, ganti akhh" gua pun menjelaskan bahwa cuman karena ini yang gua punya, bella pun masuk ke kamar gua, membuka lemari gua, meneliti satu persatu pakaian yang gua punya, "wahh bun bahaya, baju yang abang punya, kalau gak kaos band, ya baju polos, dan semua serba gelap" ungkap bella kepada bunda, "wah gak bisa nih, kita harus make over abang, mumpung masih ada waktu" guapun di paksa ikut drngan bunda dan bella, ke sebuah mall untuk berbelanja.


sampailah kita di sebuah toko pakaian disana pun gua di coba satu persatu outfit yang mereka pilih, sampai akhirnya dapet beberapa style pakaian, "bun ini kebanyakan" ucap gua, bunda hanya berdecik, dan bilang ini gak seberapa, setelah beres dengan pakaian bella datang dan membawa sebotol parfume, yang gua tau ini parfume mahal banget, "bella, ini parfume mahal banget bella, abang biasa beli di condet, itu juga kalau lagi promo" bella hanya tertawa, "gapapa bang, ini harganya cuman sekali story produk endorsan bella doang" gua hanya teepaku, "okey sekarang kita beli sepatu" guapun di ajak ke sebuah toko sepatu, "okey bang pilih ajah yang abang mau" ucap bunda, guapun melihat satu persatu, di toko ini adalah sepatu yang gua impi impikan sejak lama, guapun lama melihat satu persatu, "loh bang kok bengong" tanya bella, "ehmmm, ini mahal mahal banget bell, di atas dua juta semua, abang sungkan akh ngambilnya, pake sepatu yang abang punya ajah ya gapapa" bella mengambil sepatu yang gua pengen, dengan ukuran gua, dan menambahkan satu sepatu lagi, katanya ini hadiah dari bella, gua coba meyakinkan bella untuk jangan membelinya, namun tekad bella lebih besar dan akhirnya sepatu itupun jadi di beli, akhirnya kitapun sampai di mobil setelah berbelanja da gualun telah berganti pakaian.


"wihhh anak bunda ganteng banget deh" guapun hanya tersipu malu, "bun, bell, makasih ya, udah repot repot beliin abang pakaian, mana pada mahk banget lagi" ucap gua menahan rasa haru, "hahaha gak usah sungkan bang, bunda sama bella, belanja bisa 10x lipat daripada harga belanjaan abang hari ini, jadi udah gapapa" gua hanya tersenyum, kitapun akhirnya berangkat ke lokasi syuting, tak lama kitapun sampai, wah ternyata seperti ini ya tempat syutingan, dan berapa amaze nya gua, semua crew di sana sangat menghargai nyokap dan bella.

"bun tugas, aku ngapain nih? " tanya gua dengan sangat pelan, "udah kamu duduk manis ajah di sana, liatin bunda sama bella ajah, okey, biar bunda semangat" gua punya bingung, dan bunda menyuruh gua duduk, tak lama beberapa orang menghampiri gua, memberikan gua kopi dan beberapa snack, mereka sangat ramah kepada gua, mungkin mereka tau kali ya gua anak nya artis yang lagi syuting, guapun memperhatikan proses syuting bunda dan bella, betapa anggunya mereka, chemistry yang di idam idamkan setiap ibu dan anak perempuannya.

syuting pun selesai dengan waktu yang cukup panjang, sekitar 6 jam, bunda dan bella pun menghampiri gua, mereka duduk di sebelah gua, bella yang langsung nge dusel ke gua mengeluh capek, "capekk bang, bella mau tidur ajah di pelukan abang" ucap bela, bunda pun ikut memeluk gua, "yaudah, mending kalian pasti laper ya, makan yuk biar seger lagi" bunda pun mengiyakan ajakan gua, saat hendak berdiri tiba tiba ada yang manggil bella, Bella pun langsung tau itu suara siapa, "kak marshaaaaa" teriak bella dan langsung memeluk orang tersebut, gua sedikit terhentak saat mendengar nama Marsha, tak lama bella dan Marsha menghampiri gua dan bunda, "hello tante, makin cantik ajah nih tante" ucap Marsha dan memeluk bunda, terlihat bunda pun sudah sangat akrab dengan wanita tersebut, gua langsung tau bahwa itu Marsha yang semasa SMA, sangata gua kagumi, bunda pun langsung mengenalkan gua, "ehh Marsha kenalin ini anak kedua tante" guapun bersalaman, dan memperkenalkan diri, wajar kalau dia gak tau gua, karena sejak SMA, gua gak pernah berani untuk mendekatinya, bunda pun mengajak Marsha untuk makan, Marsha pun tak berpikir panjang, dan langsung mengiyakan.

kitapun berjalan menuju parkiran, bunda dan bella saling menyuruh untuk menyetir mobil, " udah abang ajah sini" pungkas gua sambil mengambil kunci, "lah abang kan gak bisa nyetir" jawab bella, dan guapun hanya tersenyum, mengiyakan omongan bella, tak di sangka Marsha menawarkan diri untuk menyetir, "yah jangan kamu dong, sha" ucap bunda, "gapapa tante, tante dan bella kan cape, aku aman kok" jawab Marsha dengan senyum nya yang amat sangat mempesona, pada akhirnya Marsha yang mengendarai mobil.

sepanjang perjalanan menuju restoran gua curi curi pandang kepada Marsha, gua duduk di belakang bersama bunda, di depan bella dan Marsha, mungkin tampak jelas di mata bunda apa yang gua perhatiin, sampailah kita di restoran tersebut, bella dan Marsha bergandengan di depan sambil bercanda, tiba tiba bunda menggandeng tangan gua dan berkata, "kamu suka yah sama Marsha" tanya bunda, guapun tersendat kaget mendengar ucapan bunda, "apaan sih bun, gak tau" bunda hanya mengisengi gua, "deketin ajah bang, bunda support" gua hanya terdiam sambil berjalan, sesampainya di dalam gua duduk di ddepan depan Anda dengan Marsha di samping gua, nyokap, kita makan sushi pada waktu itu, karena bella ingin banget sushi, gua gak pernah sama sekali seumur hidup gua makan sushi.

Lihat selengkapnya