Malam itu gua pulang dengan hari yang haru karena marsha, tapi apa daya gua sadar siapa gua, sepertinya tidur akan sedikit meredakan moment ini.
Suara alarm berbunyi menunjukan pagi telah tiba, gua bangun dengan isi kepala berantakan, tapi yasudahlah, guapun siap siap untuk berangkat kerja, setelah siap gua turun ke bawah untuk membuat sarapan, namun momen indah teejadi, di meja makan telah tersaji makana dan dua wanita yang gua sayangi.
"Eh abang udah bangun, baru mau bunda bangunin, sini sarapan dulu, udah bunda buatin sarapan" guapun dusuk di samping bella yang sibuk memandangi isi timeline inatagram nya, guapun menanyakan ke beradaan ayah dan mas danu, ternyata mereka baru pulang besok malam.
Sarapan pun terasa nikmat, di tambah bumbu obrolan dan candaan dari bella yang mengejek gua sehabis bsrtemu marsha, namun yang dia tidak tahu kejadian apa yang telah terjadi, namun udahlah, biar gua yang mendam perasaan ini.
Sarapan pun selesai, gua bergegas pergi dan pamit kepada bunda dan bella, di sepanjang perjalan meski kemarin terjadi hal yang kurang menyenangkan, namun semua teebayar pagi ini, semoga bisa seterusnya seperti ini.
Guapun sampai di toko, membuka toko, merapihkan semuanya, haripun berjalan lancar gua melayani beberapa customer, dan waktupun menunjukan sore telah tiba, saat hendak membuat kopi, koh beni datang ke toko.
"Eh koh, pas banget baru mau buat kopi, sekalian mau?" Tanya gua, dan di iyakan oleh koh beni, koh beni pun duduk di meja sembari membakar rokok nya, tak lama kopi pun jadi, gua menyuguhkan kopi, kita mengobrol, dengan di alunan lagu dari kenny rogers menambah nuansa damai di toko itu.
Saat sedang asik mengobrol, pi tu terbuka, gua kira customer, ternyata betapa kagetnya gua, di depan pintu marsha berada, sesaat gua terpaku, memandangi marsha, marshapun membuka percakapan, " ehhh. Ya, gua mampir mau minta maaf soal semalam, sorry banget gua kepikiran semaleman" gumam marsha, dengan polosnya gua, menawarkan sebuah kopi, dan marsha pun mau.
"Eh koh, kenalin marsha, marsha ini kih beni, bos gua" gumam gua, "hello marsha, siapa yang tidak tau dia , ya," jawab koh beni, sembari berjabat tangan dengan marsha.
Mereka beeduapun mengobrol dengan asik, gua pun datang membawa segelas kopi untuk marsha, akhirnya kita beriga pun nhobrol santai, tak sadar kita larut dalam obrolan, tak terasa waktu menunjuka pukul 7 malam, koh bei pun pamit pulang, guapun menawarkan diri untuk mengantarkan marsha, namun marsha menolak untuk pulang, akhirnya gua pun mengajak marsha ke suatu tempat marsha pun mengiyakan dengan senang hati.