don't worry about me

fasya aditya
Chapter #5

#5 OMBAK

Pov mas danu.

Malam itu mas danu janjian untuk bertemu dengan irwan, yang katanya dia adalah pebisnis sukses, yang sempat sebelumnya berbisnis dengan mas danu, dan meberikan keuntungan yang cukup besar bagi mas danu. Yang bisa dia banggakan kepada keluarga.

Mas danu dan irwan pun bertemu di sebuah restoran vip, mas danu seperti biasa dengan pakaian rapihnya dan sikap sombongnya itu berbincang dengan irwan, di temani dengan beberapa orang orang irwan yang tampak mencurigakan, tapi mas danu tidak mau ambil pusing, obrolan pun masuk ke pembahasan bisnis sebelumnya tentang membuat sebuah club dan kasino terbesar di kota ini.

"Gimana danu, sudah siap mengguncang kota ini" tanya irwan dengan sebatang roko di tanganya, "hahaha irwan, modal sesuai dengan yang di awal kita obrolkan" jawab danu dengan santai, namun irwan membantah itu semua, "nah, masalahnya ternyata modalnya lebih besar danu, kita masih butuh 800 milyar lagi" ucap irwan, seketika muka danu pun berubah, "terlalu besar irwan, darimana uang segitu banyak" ucap danu, irwan pun menyarankan agar danu meminjam kepada sebuh perusahan pinjaman, "okey gini ajah, gimana kalau anda meminjam kepada sebuah perusahan peminja yang bisa memberikan modal segitu, dengan track record anda yang bagus mereka aka dengan senang meberikan pinjaman" ucap irwan ya g sangat meyakinkan, danu sempat berfikir, "okey, tapi perusahan mana yang akan memberikan sebegitu banyak pinjaman" tanya danu, irwan pun merekomendasikan, sebuah perusahan yang bernama loanfintech, irwan bilang, bos perusahan itu, dia kenal, dia bisa menghububginya dan akan membantu, danupun meminta waktu seminggu untuk mempertimbangkanya, pertemuanpun selesai danu pun pulang.

Di dalam mobil irwan berkata kepada asisten nya yaitu, riko, dia meminta agar semua data tentang loantech di buat di internet, karena dia tahu, danu akan mencari tahu di internet, assitenya pun mengiyakan, dia langsung menelpon orang IT kepercayaanya untuk segera melaksanakn tugasnya, telpon pun di tutup, irwan tertawa puas karena sebentar lagi korbanya akan masuk ke prangkap dia, dan akan berada di genggamanya.

Lihat selengkapnya