don't worry about me

fasya aditya
Chapter #6

#6 can't i call you dad

Soreitu gua pulang untuk siap siap menjelang pesta mas danu, gua menghampiri EO nya dan langsung memberi tahu bahwa gua adalah pekerja waiters baru, dia langsung memberikan seragam pelayanya, guapun langsung mengganti pakaiian di kamar gua, saat sudah selesai dan siap turun untuk mempersiapkan semuanya, tiba tiba ayah masuk ke kamar gua, betapa kagetnya gua.

"Kerja yang bener, dan ingat satu hal , tidak ada yang tahu kamu adalah bagian dari keluarga ini, jaga tetap begitu, jangan bikin malu nama keluarga ini" ucap ayah di depan gua, gua tersentak haru disitu, saat ayah berbalik dan akan meninggalkan kamar ini gua dengan berani mengubgkapkan perasaan gua, "bolehkah say tau alasan anda membenci saya" tanya gua, ayah haya terdiam membatu, "mungkin kalau anda memberi tahu kekurangan atau kesalahan saya apa, saya bisa memperbaikinya, tapi jika anda memang hanya membenci saya saya ijin setelah acara ini selesai saya akan pergi dari rumah ini, mungkin itu bisa mebuat anda lebih nyaman" ucap gua lagi, ayah tetap membatu, dan sebelum gua pergi gua mengucapkan sesuatu yang membuat ayah berfikir, "boleh kah saya memanggil anda ayab, seperti, mas danu memanggil anda, seperti bella memanggil anda, atau anda terlalu malu untuk menerima fakta bahwa saya anak anda, dengan anda hanya berdiam diri, saya tahu jawabanya, setelah ini selesai, saya pamit dari rumah ini" dan setalh itu gua menibggalkan ayah.

Saat akan turun bunda menghampori gua, dia menanyakan kenapa gua berkaca kaca, gua mengelak hanyakelilipan debu, "eh bun maaf, tapi kalau bisa, nanti pas acara jika bundasama bella melihat aku, tolong bersikap seperti aku haya pelayaan saja, demi ayah bun, aku mohon baget ya" sektika bunda terdiam, seakan menola dari raut wajahnya, namun gua membelai pipinya, dan meyakinka semuanya baik baik saja.

Malampun tiba tamu tamu telah berdatanagan termasuk irwan dan antek antek nya, gua bekerja seperti biasa, mengantarkan minuman, makanan, tak di sangka terlihat marsha berada di disana, wajar dia tamunya bella dan bunda, tapi dia juga mengenal mas danu, terlihat mas danu dan marsha sedang mengobrol, brengseknya, mereka terlihat cocok satu sama lain, gua pun memalingkan muka.

Malam demi malam berlanjut, tak lama oranng orang telah bubar, menyisakan mas danu, irwan, ayah, dan beberapa teman dekat mas danu, gua di minta untuk meneamani mereka sampai selesai untuk menyiapkan minuman, dan kebutuhan lainya.

Di pinggir kolam mereka sedang asik mengobrol, gua hanya terdiam disana sambil menunggu printah mereka untuk mengambilkan apapun, obrolan mereka sangat asik, gua melamun dalam di situasi itu, mereka memanggil gua untuk mengambil minuma lagi, gua kaget dan tanpa sengaja menabrak irwan, dan membuat minuman di gelasnya tak sengaja tumpah ke bajunya, dengan panik gua meminta maaf, tak di sangka, mas danu emosi dia memaki gua di depan teman temanya dan ayah, ayah hanya melihat gua dengan sinis, bunda melihat itu dari dalam, tapi tidak bisa berbuat apa apa, guapun ke dalam dan mengambil minuman yang mereka minta, gua pun menyajika minuman itu, saat akan balik ke posisi gua tiba tiba mas dan menyenggol gua, dan guapun jatuh ke dalam kolam, ebtah di sengaja atau tidak, mereka tertawa tak ada yang membantu gua, gua hanya tersenyum, guapun naik lagi, dan ijin untuk mengganti pakaiian, namun ayah menolak ya dan bilang, sebentar lagi acara ini selesai, jam demi jam berlalu, dengan rasa dingin yang menyerang tubuh gua, gua dengan tegar berthan, samoai akhirnya pukul 03.00 dini hari mereka telah pulang, guapun membersihkan bagian luar sisa pesta semalam, dan pihak dari EO itu menghampiri gua, memberikan bayaran, dan exstra biyaya untuk membersihkan semua bagian rumah, ternyata bokap yang menyuruhnya, guapun mengiyakan.

Setelah selesai di bagian luar, gua berpindah kebagian dalam, sudah pukul 04.00 pagi, gua masih sibuk dengan memebersihkan rumah, begitu sepi denga rumah ini, yang tersisa hanya isi pikiran di kepala gua yang brisik, teteh menghampiri gua, dia menawarkan bantuan, namun gua bilang sebaiknya jangan takutnya ayah lihat, nanti teteh malah di omeliin, dengan tidak tega teteh meninggalkan gua, waktu terus berlalu, pembersihan pun selesai, waktu menunjukan pukul, 05.30. Pagi, gua merasakan badan gua sudah mulai tidak enak, seperti akan meriang, gua mengganti pakaiian yang basah ini, gua membereskan, semua pakaiian gua, dan beberapa barang gua, guapun turun kebawah membawa pakaiian gua, tujuan gua untuk sementara tinggal di toko, gua yakin koh beni pasti mengijinkan, guapun berangkat menuju toko, di pagi itu badan gua sudah mulai lemas, gua cepat cepat untuk ke toko, dan segera beristirahat, setelah sampai toko, gua tepar di sofa, denga badan yang mengigil, sebelum tertidur, gua nge chat koh beni untyk tinggal sementara di toko, setelah itu gua tetidur dengan badan mengigil.

POV RUMAH

sianh itu bunda ke kamar gua, namun kaget beberapa barang dan pakaiian arya hilang, hanya menyisakaan pakaiian yang di belikan pada waktu itu, bunda pun turun ke bawah menuju meja makan, disanaada bella, ayah dan mas danu, bella melihat bunda tampak bingung dan menanyakan bunda kenapa, bunda sejenak terdiam, dan bertanya kepada bella, " bell, kamu tau abang kemana, bu da tadi kekamarnya, udah kosong, barang barang, sama pakainya pun uda gak ada" bella pun bingung dan menjawab tidak tahu, di tengah kebingunga itu, ayah pun berbicara, "dia pergi dari rumah ini, kemarin sebelum acar dia bilang akan pergi dari rumah ini, untuk membuat ayah senang, baguslah kalau dia ngerti" ucap ayah sembari memakan makananya, "yahh, ayah jahat baget tau" ucap bella, dan langsung menuju kamar arya, "kenapa sih yah, segitu bencinya" ucap bunda, yag langsung di jawab oleh mas danu, "udahlah bun, ngapaiin mikirin dia" ucap mas danu, "udah mas, kamu harusnya sebagai abang bisa memahami dia" ucap bunda, "sudah pergipun masih buat keributan orang itu, biarkan saja dia bun, dia sudah besar, biarkan dia mencari jalan hidupnya, mau itu buruk atau bagus, tapi saya yakin hal buruk yang aka dia pilih" ucap ayah, dan langsung di balas oleh bunda, "wahhh, gak habis pikir aku yah, abang hanya butub support, abang gak butuh harta atau kekayan kita, dia hidup selalu sendirian, aku merasakan betapa sepinya dia, aku selalu berusaha memberikan, apaoun yang dia mau, tapi gak ada satupun, barang mahal, yang dia pengen, satu hal yang dia pengen, obatin rasa sepinya, cuman itu yang dia mau" bundapun langsung pergi menyusul bella, ayah dan mas danu terlihat acuh tak acuh disana.

Terlihat di kamar bella menangisi abang kesayangan nya itu, bunda pun menghampiri bella, menengankan dia, tak lama teteh masuk ke kamar, "misi bu, tadi pagi saya melihat mas arya, pergi setelah membersihkan bekas pesta semalam, dia pergi membawa tas dan box besar bu" ucap teteh, "hah membersihkan bekas pesta semalam" tanya bunda keoada teteh, "iyah bu, bapak menyuruh EO semalam untuk mebiarkan mas arya membersihkan semuanya, tapi yang anehnya, muka mas arya tadi pagi tuh pucat bu" ucao teteh, bunda langsung pergi mengajak bella, ke temoat kerja arya, dia membawa kunci mobil, dan melewati ayah dan mas danu tanpa sepatah kata pun, ayah menegur mereka menyakan mau kemana, tapi tak ada jawaban dari bunda dan bella.

POV END.

Sampailah bunda dan bella di depan toko, tapi terlihat toko belum buka, bunda dan bella berdiri disana menunggu, tak lama datang, koh beni, koh beni pun menyapa mereka, bunda semoat tersiam bingung, koh benipun meperkenalkan diri, dia bilang dia oemilik toko ini, saat bunda akan memperkanlkan diri, koh beni memotong nya, dan bilang bahwa dia tau, siapa mereka, bunda pun bilang, dia mencari arya, kih benipun bilang, dia ada di dalam, masih tidur kali, koh benipun membuka pintu degan kunci cadangan nya.

Terlihat arya sedang tertidur disana, bundapun menghampirinya, saat memegang badanya, badan arya terasa panas, bundapun khawatir, tak lama guapun bangun, "eh bun, eh bell, eh koh gua ijin libur dulu ya koh, kayanya gua demam deh" ucap gua meracau tidak jelas, koh beni mengecek suhu tubuh gua dengan termometer betapa kagetnnya ketika melihat suhu tubuh arya 39° celcius, bunda pun memopong arya bersama koh beni ke dalam mobil, untuk membawanya kerumah sakit, selama perjalanan arya mengigau tidak jelas dia di peluk oleh bella di kursi belakang, bunda dengan panik menyetir mobil di tenga kota yang macet da padat ini, "bell, bun, abang mohon, kedeoanya nanti, jagan abaikan abang lagi ya, seperti waktu itu" racau gua, dalam keadaan tidak sadar, "engga bang, bella sama bunda akan selallu sayang sama abang" ucap bella, gua pun tersenyum dalam ketidak sadaraan, tak lama kutapun samapai di igd, perawat langsung membawa gua ke ruangan, bunda meinta fasilitas yang bagus, guapun di priksa, di pasang infus, tak lama setelah itu gua pun pingsan.

Tak lama guapun bangun, dan kaget gua berada di rumah sakit, dan melihat di samping gua ada marsha sedang memainkan hp nya tak sadar gua telah sadar, guapun memanggilnya, marshapun kaget melihat gua telah sadar, "ehhh, ya, udah sadar, buat panik ajah kamu" ucap marsha, "gua kenpa sha" tanya gua, marshapun menjelaskan, gua kena demam tifoid, mmdia menjelaskanya panjang lebar, diapun menyebutkan, bawa yang membawanya kesini tuh, bella sama bunda, terus bella mengabarinya, da dia langsung kesini, dia pun billang, dia kesini sama bubgga, tapi dia lagi maka di luar, bunda sama bella sedang pulang dulu untuk menggambil pakaiian ganti, dan mau mampir ke toko dulu katanya untuk mengambil pakaiian mu, ucap marsha, "maaf ya sha, jadi buat repot kamu, jadi harus nungguin aku disini, padahal kamu juga sibuk" ucap gua, marsha haya tersenyum "aman kok, ya, aku seneng bisa jagaiin kamu, tapi jangan kaya gini lagi ya, panik tau, nih aku kesini ajah gak mandi tau, pakai pakaiian juga seadanya" gerutu marsha, gua hanya tersenyum melihat ocehanya, "gapapa tetep cantik kok, seperti biasanya" ucap gua, kitapun saling menatap, marshapun mengecup kening gua, "biar cepet sembuh" ucap marsha sambil tersenyum, tak lama bunga datang, "akhirnyaaa sadarrr juga lu, bikin panik ajah sih lu" ucap bunga, gua hanya tersenyum dan memegang tanganya, tuba tiba perut gua bunyi, mereka berduapun meliha gua "hehehe laperr" ucap gua, merekapun tetawa, tak lama dokter datang, untuk mengecek kondisi gua, kondisi nya sudah cukup bagus, tapi tetap harus bedrest untuk seminggu kedepan.

POV RUMAH.

Lihat selengkapnya