Dongeng Cinta Fahza

Shofiyah
Chapter #5

Cerita Masa Lalu?

Waktu sore telah tiba. Seluruh santri tengah bersiap-siap untuk sholat jama'ah ashar dan dilanjutkan dengan kajian yang diisi oleh pak kyai di masjid. Terlihat Fahza dan ketiga sahabatnya di asrama telah bersiap untuk ke masjid. Tak lupa mereka berbincang kecil.

"Eh gimana tadi hukuman dari gus Arka, Za?," tanya ririn mengawali pembicaraan. "Aduh remuk badan gue rasanya. Udah disuruh lari terus bersihin taman lagi. Emang dasar si freezer ngeselin tuh orang?," ucap Fahza kesal.

"Freezer? Panggilan kesayangan kah itu?," jawab Alya cekikikan. "Apaan sih lo, jangan bikin mood gue hancur ya!," ucap Fahza sinis.

"Ya maaf. Eh tapi seluruh pesantren heboh loh Za karena kejadian tadi," ucap Ririn antusias. "Ngapain sampai lebay kayak gitu?," ucap Fahza heran.

"Karena cuma kamu yang berani protes saat diberi hukuman sama gus Arka, Za," ucap Salwa yang sedari tadi diam. "Emang selama ini nggak ada?," ucap Fahza heran.

"Nggak ada lah. Jangankan melawan, orang menatap matanya aja membuat nyali menciut," ucap Alya. "Eh tapi heran deh kok banyak sih yang naksir sama si freezer?," ucap Fahza kepo.

"Cinta itu fitrah Za, siapapun dapat mencintai seseorang. Tapi jangan sampai cinta kita kepada seseorang yang teramat besar mengalahkan cinta kita pada Sang Pencipta," jawab Salwa. "Cie bijak banget sih lo. Gue doakan semoga kalian berdua berjodoh, gus Arka si freezer dan ning Salwa si bijak," ucap Fahza cekikikan.

"Apaan sih, Za," balas Salwa tersipu. "Udah nggak usah malu Sal, lagian Fahza bener kok hehehe," ucap Alya sambil nyengir. "Ghibah aja deh dari tadi, yuk berangkat soalnya udah adzan tuh," ujar Ririn sambil melangkah keluar.

Lalu merekapun berjalan beriringan ke masjid. Setelah sholat ashar berjamaah, seluruh santri putra dan putri tetap tinggal di masjid karena hari ini jadwal kajian oleh pak kyai sendiri.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," kyai Fathur mengawali dengan salam yang dijawab langsung oleh seluruh santri putra dan putri. "Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab serempak santri putra dan putri.

"Alhamdulillah kita masih diberi kesehatan dan umur yang panjang sehingga bisa berkumpul di tempat yang penuh rahmat ini, In Sya Allah," ucap kyai Fathur lalu berhenti sejenak.

"Kajian kali ini berhubungan dengan usia kalian semua yakni Cinta dalam Diam Menurut Islam. Pasti sudah tidak asingkan bagi kalian?Membicarakan persoalan cinta, yang langsung terngiang mungkin adalah cinta kepada sesama manusia. Padahal ada cinta yang jauh lebih tinggi dari itu, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya itulah cinta yang patut diagung-agungkan. Bukan hanya cinta kepada sesama makhluk ciptaan Allah saja. Maka dari itu, perasaan cinta ini perlu dijaga supaya tidak membawa diri kita kepada hal – hal yang tidak baik.

Ibnu Qayyim Al Jauziyah yang merupakan seorang ulama yang mengajarkan kita bahwa cinta itu memiliki 4 kekuatan. Dan cinta merupakan sesuatu yang datang melalui 4 sebab, yaitu :

1. Islam tidak mengenal cinta buta. Karena dalam islam, kita diminta untuk berilmu terlebih dahulu. Orang yang berilmu berarti orang yang yakin. Karena keyakinan datang dengan ilmu. Sehingga tahapan yakin itu ada “Ilmul Yaqin”, “Ainul Yaqin”, dan “Haqqul Yaqin”.

2. Mencintai dengan ikhlas. Setelah keyakinan dimiliki maka akan terasa ikhlas dengan sendirinya. Orang yang mencintai seseorang tanpa keikhlasan dalam mencintai maka itu sesuatu yang bohong dalam islam.

3. Ikhlas mendatangkan kejujuran. Kejujuran inilah yang akan membuahkan cinta.

Lihat selengkapnya