Hari ini Fahza benar-benar kebosanan. Pasalnya Salwa, Alya dan Ririn ada jadwal kuliah pagi sehingga menyisakan Fahza yang sendirian. Mau main ponsel juga bosan. Kebijakan di pesantren ini, bagi santri baik putra maupun putri yang sudah lulus SMA atau kuliah diperbolehkan membawa ponsel. Asalkan waktu mengaji ponselnya tidak digunakan.
Fahza yang merasa bosan akhirnya keliling pesantren sembari menghirup udara segar. Ketika di perjalanan, Fahza bertemu dengan Umi Zahra yang kebetulan keluar dari ndalem dan sepertinya ingin pergi ke suatu tempat.
"Loh Fahza?," ucap umi Zahra saat melihat Fahza lewat. Lalu Fahza menghampiri umi Zahra. " Assalamualaikum Umi," ucap Fahza sambil menyalami umi Zahra.
"Waalaikumsalam. Kamu mau ke mana?," tanya umi Zahra. "Fahza cuma mau keliling pesantren aja Umi soalnya lagi kesepian," ucap Fahza sambil tersenyum.
"Loh memangnya Salwa dan yang lainnya kemana?," ujar umi Zahra. "Mereka lagi ada jadwal kuliah pagi, Umi," jawab Fahza.
"Oh begitu," ucap umi Zahra sambil mengangguk. "Iya Umi," jawab Fahza. "Ya sudah, daripada kamu kesepian mendingan temenin Umi saja. Umi mau pergi belanja," ucap umi Zahra tersenyum.
"Ke pasar ya, Umi?," ucap Fahza. "Iya, Nak. Tapi Umi lagi bingung ini siapa yang akan mengantarkan soalnya kan Arka lagi ke kampus ngajar lalu sopir ndalem juga lagi mengantarkan Abi. Jadi bingung siapa yang bisa disuruh menyetir," ucap umi Zahra cemas.
'Oh jadi dia dosen' batin Fahza.
"Em- biar Fahza saja yang nyetir Umi. Itupun kalau Umi mengijinkan," ucap Fahza sambil tersenyum. "Loh memangnya kamu bisa?," tanya umi Zahra penasaran.
"Alhamdulillah Umi, In Sya Allah Fahza bisa," ucap Fahza sambil tersenyum. "Oh ya sudah kalau begitu, Umi ambil kuncinya mobilnya dulu ya. Kamu tunggu di sini sebentar," ucap umi Zahra kemudian masuk ke ndalem. "Lumayan refreshing jalan-jalan," gumam Fahza sambil menyunggingkan senyum.
Tak lama kemudian Umi Zahra keluar lalu menyerahkan kunci mobil pada Fahza. Lalu mereka masuk ke dalam mobil dengan Fahza sebagai pengemudi. Selama di perjalanan mereka banyak ngobrol.