Fahza memasuki kamar asrama. Terlihat sahabatnya sudah kembali dari kampus.
"Assalamualaikum," ucap Fahza sambil masuk ke kamar dan merebahkan diri di kasur. "Waalaikumsalam," jawab mereka kompak.
"Kamu habis dari mana Za? Kita nyari kamu loh dari tadi," ucap Salwa memulai pembicaraan. "Iya, kita kaget waktu pulang tapi kamu nggak ada," sambung Alya.
"Habis nganterin umi Zahra," jawab Fahza singkat. "Kemana?," tanya Ririn. "Ke pasar, belanja," ucap Fahza.
"Sama gus Arka juga?," tanya Salwa ragu. "Enggak, tenang aja deh Sal," ucap Fahza terkekeh.
"Oh berarti sama kang santri," ucap Ririn. "Enggak juga," ucap Fahza.
"Lha terus?," ucap Alya kepo. "Kan udah gue bilang sama umi Zahra," ucap Fahza geram.
"Tapikan umi nggak bisa menyetir?," ucap Alya heran. "Ya gue lah yang nyetir," ucap Fahza santai.
"Wah keren ya kamu bisa menyetir mobil," ucap Salwa takjub. "Biasa aja sih. Eh gimana kuliah kalian?," balas Fahza.
"Alhamdulillah lancar," jawab Salwa. "Kalian satu jurusan?," tanya tanya Fahza.
"Kalo aku ambil Sastra Arab, kalo Alya dan Ririn PGMI," jawab Salwa. Alya dan Ririn hanya mengangguk-anggukkan kepala. "Oh," ucap Fahza cuek.
"Kalo kamu jurusan apa waktu kuliah dulu?," tanya Alya. "Gue ambil Sastra Inggris," ucap Fahza santai.
"Itukan jurusan lumayan susah. Tapi kamu udah lulus aja," ucap Salwa terkekeh. "Semua nggak akan susah selagi kita mau usaha," ucap Fahza bijak.
"Oh iya Za, kamu nggak mau lanjutin S2?," ujar Ririn. "Sebenarnya sebelum masuk pesantren ini, gue lagi kuliah S2. Tapi karena ayah ingin banget buat masukin ke sini, jadi ya gue berhenti. Lihat nanti aja, mau nerusin lagi apa enggak," ucap Fahza. "Oh gitu ya," ucap Alya sambil manggut-manggut.
Setelah puas berbincang, mereka mengistirahatkan badan sejenak. Beberapa jam kemudian, mereka harus mengikuti kegiatan di pesantren selanjutnya.
"Za, bangun yuk. Siap-siap habis ini adzan maghrib," ucap Salwa sambil menepuk pelan pipi Fahza. "Em Iya," ucap Fahza menggeliat lalu bangun dari tidurnya.
Fahza lalu bergegas siap-siap untuk ke masjid dengan sahabatnya. Tak lupa untuk berwudhu terlebih dahulu.
"Hari ini kajian malam ahad kan?," ucap Alya. "Iya nih," jawab Salwa.
"Kira-kira siapa ya yang ngisi soalnya kan pak kyai lagi ke luar kota?," tanya Ririn "Pangerannya Salwa mungkin," celetuk Fahza asal.
"Apaan sih Za," ucap Salwa tersipu malu dengan pipi yang memerah. "Cie pipinya merah," ucap Alya sambil mencolek pipi Salwa.
Tak lama pun mereka sampai di masjid. Adzan maghrib berkumandang. Seluruh santri melaksanakan sholat maghrib berjamaah lalu dilanjutkan dengan tadarus sembari menunggu waktu isya tiba.
Alarm masjid berbunyi. Terdengar suara beduk dipukul. Lalu adzan isya pun dikumandangkan.
'Allahuakbar'
'Allahuakbar'