Hari ini seluruh pesantren dihebohkan oleh kabar yang beredar bahwa putra kedua pak kyai yang akan pulang kembali ke pesantren. Mulai pagi seluruh santri disibukkan dengan persiapan acara kecil untuk menyambut gus kedua mereka.
Termasuk Fahza dan ketiga sahabatnya yang saat ini memasak di dapur ndalem. Umi Zahra telah menetapkan mereka berempat sebagai penanggungjawab dapur ndalem. Yang artinya mereka bisa lebih dekat dengan keluarga ndalem.
"Gak sabar deh ketemu gus Ali," ucap Alya sambil senyum-senyum. "Ali mulu deh pikiran lo. Lagian apa istimewanya sih dari dia?," ucap Fahza sambil terkekeh.
"Ih Fahza gimana sih? Gus Ali itukan ganteng, ramah, pinter. Idaman banget deh pokoknya," ucap Alya. "Iya aja dah biar cepat," ucap Fahza.
"Eh tapi Za, aku heran deh sama kamu?," ucap Ririn. "Kenapa?," tanya Fahza. "Dari kedua putra pak kyai yang diidam-idamkan seluruh santriwati, masak kamu nggak ada satu yang nyangkut sih?," ucap Ririn heran.
"Iya nih aku juga penasaran," ucap Salwa. "Sama nih," ucap Alya. "Gue itu nggak mudah tertarik sama seseorang," ucap Fahza santai.
"Kok gitu?," tanya Alya. "Kalian kan tau masa lalu gue," ucap Fahza sendu. "Maaf ya Za, kita nggak bermaksud buat mengingatkan kamu pada masalah itu," sesal Salwa sambil memeluk Fahza dari samping. "Udah, nggak papa santai aja kali," ucap Fahza sambil tersenyum.
Terdengar suara deru mobil di halaman pesantren. Seluruh santri menyanyikan lagu tolaal badru dengan nyaring untuk menyambut gus kedua mereka yang telah pulang setelah selesai dengan pendidikannya.
"Eh kayaknya udah dateng deh, lihat ke depan yuk!," ucap Alya antusias. "Kalian aja, ini gue lagi nunggu kue mateng," ucap Fahza. "Aku juga lagi goreng pisang nih, jadi nggak bisa ditinggal juga," ucap Salwa.
"Yah, kalian nggak seru deh," ucap Alya lesu. "Udah dong Al, nantikan juga bisa bertemu hihi," ucap Ririn cekikikan. Tak lama pun Umi Zahra ke dapur.
"Assalamualaikum," ucap Umi Zahra. "Waalaikumsalam," jawab keempatnya serempak. "Bagaimana mbak, sudah selesai semuanya?," tanya Umi Zahra. "Alhamdulillah sudah umi," jawab Salwa lembut. "Ya sudah, kalo gitu tolong dibawa ke ruang tamu ya," ucap Umi Zahra lalu meninggalkan dapur.
"Nih kuenya udah mateng, kalian berdua aja yang bawa ke sana. Biar gue sama Ririn yang beresin lainnya," ucap Fahza kepada Alya dan Salwa.
"Aaa sayang Fahza deh, pengertian banget sih," ucap Alya sambil memeluk Fahza dari samping. "Giliran kayak gini aja semangat," ucap Ririn menggerutu.