Di sisi lain, seorang pemuda tampan sedang duduk di gazebo belakang ndalem. Terlihat dia tengah memikirkan sesuatu yang serius. Dia terlihat gusar, sesekali menghembuskan nafasnya kasar. Sesekali mengacak-acak rambutnya sambil beristighfar.
Kelakuannya tak lepas dari pandangan seseorang yang bersender di depan belakang ndalem sambil berdecak sebal. Lalu ia pun menghampiri orang yang duduk di gazebo.
"Kenapa sih, Bang? Dari tadi lo kayak orang frustasi aja," ucap gus Ali sebal. Ya, ternyata yang sedang duduk di gazebo adalah gus Arka.
"Astagfirullah, mengagetkan aja sih Li. Salam dulu napa," ucap gus Arka sambil menatap sinis adiknya. "Iya-iya, assalamualaikum," ucap gus Ali. "Waalaikumsalam," jawab gus Arka.
"Lo kenapa, Bang? Kok kusut begitu mukanya kayak baju yang belum disetrika aja?," ledek gus Ali yang dihadiahi tatapan tajam oleh abangnya. Membuat gus Ali cengengesan sambil membentuk jarinya mengacungkan jari telunjuk dan tengah.
"Gue juga bingung sama perasaan gue, Li," ucap gus Arka lesu. "Lo lagi jatuh jatuh cinta ya? Sama siapa?," ucap gus Ali sedikit berteriak heboh.
Lalu dengan cepat gus Arka membekap mulut adik satu-satunya itu dengan mata yang melotot. Membuat gus Ali meringis ciut.
"Jangan keras-keras, nanti abi sama umi dengar," ucap gus Arka lirih. "Serius Bang? Siapa cewek yang beruntung itu? Yang berhasil menarik hati abang gue ini?," tanya gus Ali kepo.
"Yang jelas, gue nggak bisa ngasih tau sekarang," ucap gus Arka singkat. "Ya elah Bang, sama adik sendiri kok pelit amat sih?," ucap gus Ali sebal.
"Udah ah, gue mau ke kamar. Ini udah malam, jangan lupa untuk segera istirahat juga. Assalamualaikum," ucap gus Arka lalu meninggalkan adiknya yang menatapnya sebal. "Waalaikumsalam. Gini amat punya abang dingin. Bener kata si Fahza kalo abang itu freezer. Tapi gue berharap siapapun yang udah berhasil merebut hati abang, semoga dia menjadi jodoh terbaik buat abang," ucap gus Ali sambil menatap kepergian abangnya.
Keesokan harinya
Terlihat penghuni kamar sedang bersiap-siap untuk madin. Ini waktunya kelas gus Arka jadi tidak boleh sampai terlambat. Kalo terlambat 3 detik aja dilarang masuk dan mendapatkan hukuman spesial dari gus Arka.
"Ayo kita jangan sampai telat nanti kita dihukum," ucap Salwa. "Bentar dong Sal, tinggal pakai kerudung ini," ucap Alya. "Buru-buru banget sih, Buk. Mau ketemu masa depan ya?," ledek Ririn.