Dongeng Cinta Fahza

Shofiyah
Chapter #19

H-1 OTW Halal

Sinar mentari telah menampakkan dirinya. Semua orang tengah sibuk dengan penampilan masing-masing. Sejak pagi-pagi sekali Fahza sudah berpenampilan sangat rapi. Dengan gamis warna coklat muda Fahza terlihat sangat cantik dan anggun.

Saat ini, Fahza berada di kamar Reihan. Ia tengah membantu sang abang bersiap-siap untuk prosesi akadnya. Dan dilanjutkan dengan resepsinya nanti setelah dzuhur.

"Abang tampan banget sih," ucap Fahza menatap takjub Reihan. "Makasih, kamu juga cantik banget Dek," ucap Reihan sambil tersenyum. "Kalo nanti ada yang tanya siapa yang bantu siap-siap, jangan lupa sebut nama aku," ucap Fahza terkekeh sambil merapikan jas abangnya. "Bisa aja deh, adek aku yang satu ini," ucap Reihan sambil menarik hidung adiknya.

"Ishh hidung aku udah mancung nih kok dicubit-cubit sih," ucap Fahza cemberut membuat Reihan terkekeh geli. "Masak sih," ledek Reihan. "Ishh Abang," ucap Fahza kesal. "Uuu adekku sayang. Sini-sini peluk dulu," ucap Reihan sambil merentangkan tangannya. Fahza memeluk erat abang tersayangnya ini.

Tok tok tok

"Assalamualaikum," seseorang mengucapkan salam. "Waalaikumsalam," ucap Fahza dan Reihan bersamaan. Fahza bergegas membukakan pintu sedangkan Reihan kembali merapikan jasnya.

Ceklek

"Gus Arka? Silakan masuk," ucap Fahza mempersilahkannya. "Iya," jawab gus Arka sambil tersenyum. Gua Arka sempat terkejut saat tahu Fahza berada di kamar Reihan. Lalu kemudian dia masuk diikuti Fahza yang kembali berdiri di samping abangnya.

"Arka? Udah lama sampainya?," Tanya Reihan setelah berpelukan ala laki-laki dengan Arka. "Sekitar 15 menit yang lalu," ucap gus Arka sambil tersenyun.

'Manis banget senyum calon suami gue' batin Fahza

Reihan menggelengkan kepalanya melihat ekspresi adiknya. Ia langsung mencubit pipi Fahza pelan.

"Ih sakit tau," protes Fahza sambil mengusap pipinya. "Belum halal. Jaga tuh pandangan," cibir Reihan. "Besok juga halal," ucap Fahza pelan sambil menunduk. "Apa?," Tanya Reihan menggoda. Gus Arka terkekeh pelan dengan tingkah Fahza.

Lihat selengkapnya