Dongeng Cinta Fahza

Shofiyah
Chapter #23

Kembali ke Pesantren

Hari ini rencananya gus Arka akan membawa Fahza kembali ke pesantren, karena Fahza yang terus merengek ingin pulang secepatnya. Tentu saja gus Arka tak bisa menolak permintaan istri tercintanya itu. Kemarin malam juga gus Arka sudah meminta izin kepada mertuanya untuk pulang ke pesantren hari ini dan alhamdulillahnya mereka langsung menyetujuinya. Karena bagaimanapun juga Fahza harus mengikuti suaminya.

"Jadi istri yang baik dan berbakti sama suami," ucap ayah sambil memeluk Fahza. "Baiklah Ayahandaku," ucap Fahza menggoda ayahnya.

"Arka, jaga baik-baik putriku yang nakal," ucap ayah sambil memeluk menantunya. "Iya Yah. Arka akan berusaha menjalankan tugas ini dengan baik," ucap gus Arka sambil tersenyum.

"Harusnya besok tau Za pulangnya. Kok sekarang sih? Bunda kan masih kangen sama kamu," ucap bunda sambil memeluk Fahza. "Fahza ketinggalan banyak loh Bun, ngajinya," ucap Fahza terkekeh.

"Arka, titip anak nakal Bunda ya. Kalo nakal cubit aja," ucap Bunda terkekeh sambil menatap menantunya. "Ishh Bunda apaan sih," kesal Fahza. "Ya udah Bun, Yah kita pamit dulu. Salam buat Kakek, Bang Rei dan Mbak Hasna. Assalamualaikum," ucap gus Arka sambil menyalami mertuanya. Lalu diikuti Fahza yang melakukan hal yang sama. "Waalaikumsalam", ucap ayah dan bunda.

Fahza dan Arka meninggalkan pesantren Nurul Ilmu. Sepanjang perjalanan hanya ada keheningan diantara mereka. Fahza yang merasa bosan pun memulai percakapan.

"Kak, nanti kalo sudah sampai di pesantren gimana jika ada santri yang lihat?," Tanya Fahza cemas. "Tidak akan mungkin, soalnya nanti kita sampainya dzuhur jadi semua pada sholat," ucap gus Arka santai. "Oh begitu ya," ucap Fahza menganggukkan kepala.

"Nanti istirahat di ndalem dulu ya. Kamu ke asramanya setelah sholat ashar saja," ucap gus Arka sambil melirik Fahza. "Oke suamiku," ucap Fahza sambil mencium pipi kanan gus Arka singkat. "Kok singkat gitu," protes gus Arka. "Ishh jangan mulai deh," ucap Fahza kesal membuat gus Arka terkekeh geli.

Melihat istrinya kesal membuat gus Arka gemas sendiri. Setelah melewati berjam-jam di perjalanan, akhirnya mereka sampai di pesantren Al-Ilmu. Gus Arka langsung memakirkan mobilnya di garasi ndalem. Keadaan sangat sepi karena semua orang pasti sedang sholat dzuhur berjamaah di masjid. Lalu mereka pun masuk ke ndalem sambil membawa ransel yang berisi baju Fahza.

"Assalamualaikum," ucap gus Arka dan Fahza begitu memasuki ndalem. "Waalaikumsalam," jawab gus Ali yang sedang memainkan laptop di ruang keluarga. "Abi dan umi mana?," Tanya gus Arka setelah mendudukkan diri di sofa diikuti Fahza di sampingnya.

"Lagi ke masjid kayaknya. Kok udah pulang aja sih, bukannya seharusnya besok?," Ucap gus Ali menatap abang dan kakak iparnya. "Mbakmu minta pulang sekarang," ucap gus Arka santai. "Oh gitu ya. Gimana pesenan Ali udah jadi belum?," Goda gus Ali sambil menaik turunkan alisnya menatap dua orang di depannya.

Bugh

Fahza melempar bantal sofa tepat mengenai wajah gus Ali. Ia menatap sinis adik iparnya itu.

Lihat selengkapnya