Fahza terusik dari tidurnya karena seseorang yang meniupi wajahnya yang berulang kali. Fahza hanya menggeliatkan tubuhnya, masih enggan untuk membuka matanya. Ia sengaja ingin menggoda suaminya itu.
"Sayang, ayo bangun sudah mau subuh ini," ucap gus Arka sambil menciumi wajah Fahza berulang kali. "Enggak mau ah, dingin," ucap Fahza sambil menduselkan kepalanya di ceruk leher gus Arka dan memeluknya.
"Sayang," ucap gus Arka penuh penekanan. "Dingin," ucap Fahza sambil mengeratkan pelukannya. "Bangun yuk! Udah mau subuh nih. Kamu belum bersih-bersih loh. Atau mau tak mandikan?," Goda gus Arka. Fahza langsung membuka matanya dan mendorong gus Arka yang sudah berpakaian rapi dan wangi.
"Aku bisa mandi sendiri," ucap Fahza. Gus Arka tersenyum menatap istrinya. "Ya udah kamu bersih-bersih dulu setelah itu jangan lupa sholat subuh. Aku berangkat ke masjid dulu. Assalamualaikum," ucap gus Arka lalu mencium kening Fahza. "Waalaikumsalam," jawab Fahza menatap kepergian gus Arka.
Setelah selesai sholat subuh, Fahza berkutat seorang diri di dapur. Dengan begitu lihainya dia memasak layaknya chef yang handal.
Tangannya dengan lihai memotong beberapa sayuran dengan berbagai bentuk. Kegiatannya tak luput dari pandangan seseorang yang kini berada tepat di belakangnya.
Gus Arka tersenyum melihat istrinya yang pandai dalam memasak. Saking sibuknya memasak, Fahza tak menyadari kehadiran suaminya. Gus Arka memeluknya dari belakang, membuat Fahza terjengkit kaget.
"Waalaikumsalam," sindir Fahza.
"Assalamualaikum ning cantikku. Lagi ngapain sih?," Ucap gus Arka sambil menopang dagunya di pundak kanan istrinya. "Waalaikumsalam. Ini lagi mengutilasi bahan makanan," celetuk Fahza asal. "Kamu lucu banget sih," ucap gus Arka lalu mencium singkat pipi Fahza.
"Ya lagian, udah tau ini lagi masak. Masih aja nanya," cibir Fahza kesal. "Ih gemesin deh kalo lagi kesal gini," ucap gus Arka sambil menciumi pipi Fahza lagi.
"Minggir dulu Kak, aku lagi masak nih. Lagian kamu nggak siap-siap buat kerja apa??," Ucap Fahza. "Bentar lagi," ucap gus Arka masih dengan posisi yang sama. "Nurut nggak? Aku marah nih!," Ucap Fahza sambil mengancam gus Arka.
"Iya-iya jangan galak dong sama suami. Aku ke kamar dulu siap-siap," ucap gus Arka lalu mencium bibir Fahza sekilas. "Ih Kakak!," Pekik Fahza. "Morning kiss," ucap gus Arka sambil berlari kecil menuju kamarnya.
Fahza tersenyum sambil menggelengkan kepala atas kelakuan gus Arka. Ia masih tidak menyangka jika dibalik sifat dingin gus Arka kepada santrinya terdapat sifat manis yang ditunjukkan hanya kepada keluarga saja.