Kelas terdengar begitu ramai karena belum ada guru yang masuk. Hingga tak lama kemudian menjadi hening tatkala Ustadzah Hira berjalan memasuki kelas.
"Assalamualaikum," ucap ustadzah Hira sambil memasuki kelas. "Waalaikumsalam," jawab santriwati serentak. "Apakah ada yang tidak masuk hari ini?," Tanya ustadzah Hira. "Masuk semua, Ustadzah," jawab para santriwati. Ustadzah Hira tersenyum sambil mengangguk.
"Baiklah hari ini kita akan membahas tentang kejujuran. Alya tolong definisikan kejujuran menurut kamu," ucap ustadzah Hira. "Kejujuran yaitu mengatakan dengan sebenar-benarnya tentang apa yang terjadi tanpa melebih-lebihkan atau mengurangi kebenarannya," ucap Alya. "Jawaban yang bagus, Alya," ucap ustadzah Hira memuji. "Terima kasih, Ustadzah," ucap Alya.
"Kejujuran terdiri dari kata jujur yang artinya mengakui, yaitu mengakui, memperlihatkan isu sesuai dengan fakta yang ada. Dalam Surat At-Taubah Ayat 119 Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
Artinya:
"Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kau bersama orang-orang yang benar." (QS. At Tauba:119)
Dalam firman tersebut Allah Subhanahu wa Ta'aala telah terang mengajurkan kita untuk besama orang-orang yang benar, maksudnya sanggup menjadi orang-orang yang sholeh, berakhlak mulia, selalu berkata jujur. Karena kejujuran itu membawa kebaikan. Pada zaman kini terkadang sulit untuk menemukan kejujuran, bukan dalam hal besar saja, tetapi mulai dari hal kecil seperti kita tidak dapat berkata jujur kepada teman, orang tua, dan lain sebagainya," jelas ustadzah Hira.
Fahza tertegun mendengarkan penjelasan ustadzah Hira tentang kejujuran. Ia merasa bersalah karena menyembunyikan pernikahannya dari sahabatnya.
"Apakah ada yang ingin ditanyakan?," Tanya ustadzah Hira setelah menjelaskan semuanya dan mengedarkan pandangan kepada santriwati. Semua santriwati menggelengkan kepalanya.
"Baiklah jika tidak ada, maka kita tutup pelajaran hari ini. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," ucap ustadzah Hira. "Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab santriwati serentak.
Ustadzah Hira berjalan keluar dari kelas. Semua santriwati membubarkan diri seusai pengajian selesai. Fahza dan sahabatnya berjalan beriringan menuju asrama.
"Eh ke kantin yuk, pengen jajan siomay nih," ucap Alya antusias. "Aku juga mau," jawab Ririn. "Oke kita kesana," tambah Salwa. "Kita ke kantin," ucap Fahza lemas.
Saat ini Fahza dan sahabatnya terlihat tengah menikmati siomay yang mereka beli di kantin tadi. Tak lupa juga diselipi canda gurau. Fahza memakan siomay dengan malas seperti tak berselera.
@arka.algfr seperti dalam bahasa arab, arti nama Wardah adalah bunga mawar, yang melambangkan keindahan, kelembutan, dan kesucian. Seperti itulah Allah menciptakanmu yang nyaris sempurna untuk mendampingi jalan hidupku. Thanks for come, Warda
❤️🗨️↗️
Disukai oleh fahza.warda ali.algfr aska.putra raka ririn.rin alya.az salwa dan 180.000 lainnya
Komentar