Dongeng Cinta Fahza

Shofiyah
Chapter #29

Resepsi

Hari ini pesantren Al-Ilmu terlihat begitu ramai sekali. Pasalnya, setelah terbongkarnya status Fahza di pesantren kyai dan umi Zahra memutuskan untuk mengadakan resepsi untuk gus Arka dan Fahza.

Fahza menatap pantulan dirinya di depan cermin. Dengan make up hasil karya dari perias yang disewa oleh umi Zahra, lengkap dengan gaun berwana cream dan mahkota di kepalanya tertata begitu rapi.

Ceklek

Decitan suara pintu terbuka mengalihkan perhatiannya. Terlihat gus Arka dengan setelan celana dan jas yang berwarna senada dengan gaun Fahza. Gus Arka berjalan menghampiri Fahza dengan senyuman lebarnya.

"Assalamualaikum istri," ucap gus Arka yang sudah berada di depan Fahza. "Waalaikumsalam suami," jawab Fahza sambil mencium tangan gus Arka. "Rasanya aku enggak mau ada resepsi," ucap gus Arka sambil memperhatikan Fahza. "Kenapa?," Tanya Fahza bingung. "Kamu terlalu cantik. Aku enggak rela kamu jadi tontonan publik," ucap gus Arka sambil cemberut.

"Ututuuu lucu banget sih suami aku," ucap Fahza sambil mencubit pipi gus Arka gemas. "Ish sayang kamu mah," rengek gus Arka. "Udah jangan gitu. Lagian kan cuma beberapa jam doang, Kak. Enggak akan lama," ucap Fahza sambil mengusap lembut pipi gus Arka.

"Ini minta dicium bukan hanya diusap," ucap gus Arka sambil menunjuk pipinya. "Modus," ucap Fahza kesal "Biarin modus sama istri sendiri kok," ucap gus Arka sambil memeluk Fahza. "Memang berani sama orang lain?," Tanya Fahza sambil mendongkak menatap suaminya. "Ya enggak dong, aku kan punya pawang galak," ucap gus Arka terkekeh.

"Awas aja ya kalo berani," ucap Fahza sambil menikmati pelukan suaminya. "Enggak sayangku. Udah yuk kita ke bawah, semuanya udah nunggu untuk ke aula," ucap gus Arka lalu mengecup kening Fahza.

Mereka pun turun ke bawah menemui keluarganya yang sudah menunggu di ruang tamu untuk berjalan bersama ke aula pesantren, tempat diadakannya resepsi. Terlihat Fahza dan gus Arka yang berjalan memasuki tempat resepsi. Diikuti umi Zahra, kyai, ayah dan bunda di belakang mereka yang berjalan beriringan.

'Pasangan serasi'

'Huaaa baper lihatnya'

'Jomblo bisa apa'

'Gus Arka dan Ning Fahza cocok banget'

'Jiwa jombloku meronta'

Lihat selengkapnya