Tak terasa usia kandungan Fahza sudah menginjak 2 bulan. Selama itu batas ngidamnya tidak ada aneh-anehnya. Hanya saja membuat semua orang geleng-geleng kepala dengan porsi makannya yang tak bisa dibilang sedikit. Tapi herannya, Fahza mempunyai tubuh yang ideal, tidak kurus dan juga tidak gemuk.
Seperti saat ini, Fahza tengah berada di kantin pesantren bersama sahabatnya. Tengah asik menikmati siomay dan menghabiskan waktu bersama.
"Usia kandungan kamu udah 2 bulan aja ya Za," ucap Salwa mengawali pembicaraan. "Iya nih, cepat banget deh," ucap Fahza terkekeh. "Kamu udah ngidam yang aneh-aneh enggak?," Tanya Alya kepo. "Sejauh ini sih belum. Tapi enggak tahu nanti," ucap Fahza terkekeh.
"Semoga nanti persalinannya lancar ya," ucap Ririn. "Aamiin," jawab Fahza,Alya dan Salwa. "Aku masih enggak nyangka ternyata kamu yang nikah sama gus Arka, malah sekarang lagi ngandung anaknya," ucap Salwa terkekeh. "Padahal dulu kayaknya anti banget. Suka kesel gitu kalo interaksi sama gus Arka," ucap Alya sambil tertawa pelan.
"Benci sama cinta itu beda tipis ya," ucap Ririn terkekeh. "Namanya juga jodoh, yang terbaik menurut kita belum tentu terbaik menurut Allah begitupun sebaliknya," ucap Fahza terkekeh. "Iya bener Za. Terkadang apa yang kita harapkan malah Allah jauhkan," ucap Salwa menimpali.
"Tapi kalo misalnya kita suka sama seseorang lalu menyebut namanya dalam doa bagaimana?," Tanya Alya. "Boleh aja sih Al. Tapi kita harus siap dengan konsekuensinya," ucap Ririn menambahi. "Konsekuensi apa?," Tanya Alya.
"Kita harus siap kalo misalnya orang yang kita doakan malah Allah sandingkan dengan yang lain. Karena sekuat apapun kita mendoakannya, kalo Allah berkata kita bukan jodohnya kita bisa apa?," Ucap Salwa. "Nah gitu maksudnya Al," tambah Ririn.
"Tapi kalo menurut aku nih ya. Berdoa itu enggak usah sebut nama. Contohlah Nabi Musa, tanpa menyebut nama sekalipun Allah tahu isi hatinya," ucap Fahza lalu tersenyum. "Pasrahkan semuanya kepada Allah," tambah Salwa.
"Iya deh. Kalian memang top kalo dalam hal kayak gini," ucap Alya lalu meminum es tehnya. "Oh iya Za, perempuan yang waktu itu datang ke acara resepsi itu siapa kamu? Kok erat banget peluknya sampek kayak nggak mau dilepaskan?," Tanya Ririn. "Oh itu Mila. Sahabat aku dari jaman SMA," ucap Fahza lalu sesekali meminum jusnya.
"Kayaknya enggak deket sama kamu aja deh, tapi sama gus Ali juga," ucap Salwa menimpali. "Iya dong, kita kan satu kampus dulu. Bahkan juga temen satu tongkrongan. Ada 5 orang sih, aku, Mila, Ali, Aska dan Raka," ucap Fahza menjelaskan.
"Oh, terus yang 2 laki-lakinya kok nggak dateng?," Tanya Ririn. "Mereka enggak bisa dateng soalnya ada di luar negeri," jawab Fahza. "Beruntung ya kamu dikelilingi cogan," ucap Alya terkekeh. "Biasa aja sih Al," ucap Fahza santai. "Ngomong-ngomong soal cogan nih ya, tuh ada cogan yang dateng ke sini," ucap Salwa terkekeh.