Dongeng Cinta Fahza

Shofiyah
Chapter #33

Pudding Buatan Umi

Fahza berjalan memasuki ndalem untuk mencari umi Zahra. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru rumah. Sampai akhirnya menemukan umi Zahra yang sedang berada di dapur.

"Assalamualaikum Umi," salam Fahza sambil menyalami umi Zahra. "Waalaikumsalam. Kamu udah pulang?," Ucap umi Zahra sambil mengusap kepala Fahza. "Iya, Umi lagi ngapain?," Ucap Fahza yang memperhatikan kegiatan umi Zahra. "Umi lagi nyoba resep pudding baru ini," ucap umi Zahra antusias. "Wah enak kayaknya itu Mi," ucap Fahza girang.

"Kamu harus cobain dong sayang," ucap umi Zahra. "Siap," balas Fahza sambil hormat. "Kamu tunggu di meja makan aja, habis ini selesai," ucap umi Zahra. "Tap-," ucapan Fahza terpotong.

"Nurut ya sayang. Inget, kamu lagi mengandung cucu Umi jadi enggak boleh terlalu capek. Harus banyak istirahat," ucap umi Zahra sambil tersenyum. Fahza menganggukkan kepalanya dan berjalan ke arah meja makan untuk duduk sambil memperhatikan umi. "Oh iya Umi, tadi kenapa ya kok Umi suruh Kakak menyusul Fahza?," Ucap Fahza.

"Menyuruh Arka menyusul kamu?," Tanya umi Zahra bingung. "Iya Umi, tadi dia menyusul aku terus bilang katanya disuruh Umi," ucap Fahza polos. "Astaghfirullah, padahal itu tadi Arka baru pulang terus cari kamu tapi nggak ada. Ya Umi bilang aja kalo kamu lagi sama Alya,Salwa dan Ririn. Setelah itu dia keluar tanpa pamit. Mana ada Umi suruh dia menyusul kamu," ucap umi Zahra menjelaskan sambil menggelengkan kepalanya.

"Oh jadi dia berasalan lagi ya. Jago ngarang cerita banget deh," ucap Fahza terkekeh. "Iya, mungkin rindu sama kamu. Pasti selalu Umi yang menjadi alasannya," ucap umi Zahra sambil tersenyum.

"Oh iya, di mana suami kamu? Kok kamunya datang sendiri saja?," Ucap umi Zahra sambil menuangkan pudding dalam cetakan. "Biasa Mi, lagi cekcok sama Ali di depan," ucap Fahza terkekeh. "Mereka enggak pernah berubah masih saja kayak anak kecil," ucap umi Zahra sambil menggelengkan kepala.

"Tapi ya Umi, Fahza heran deh kok sifat Kakak kalo di luar itu dingin ya?," Ucap Fahza polos. "Iya Nak, sifat aslinya itu hanya ditunjukkan sama keluarga saja," jawab umi Zahra singkat. "Oh gitu ya Mi," ucap Fahza sambil menganggukkan kepala.

"Oh iya, Umi mau nanya deh sama kamu," ucap umi Zahra. "Tanya apa ya, Umi?," Tanya Fahza menatap umi Zahra yang duduk di depannya. "Kata kamu kan Ali suka sama santri Abi, boleh tahu enggak siapa orangnya?," Ucap umi Zahra sambil tersenyum. "Bol-," ucap Fahza terpotong.

Lihat selengkapnya