Dongeng Tengah Malam

Maghfira Izani
Chapter #10

Kereta Tengah Malam

Rudi adalah ayah dari dua orang anak yang masih balita. Kebetulan Rudi tinggal di kawasan Bekasi dan bekerja di Jakarta, oleh karena itu setiap hari dia harus menggunakan kereta Jakarta-Bekasi dan agar dapat menunjang waktu ke tempat kerjanya.

Sampai suatu hari, Rudi diharuskan mengerjakan pekerjaan tambahan di kantornya, dan itu menyebabkan dia pulang larut malam. Malam itu sudah sekitar pukul setengah sebelas malam, dan di dalam hatinya Rudi khawatir dia tidak dapat mengejar kereta terakhir karena keadaan stasiun sudah sangat sepi.

Rudi pun menunggu dengan sabar di tepi rel stasiun tersebut, hingga satu jam kemudian muncullah sebuah lokomotif antar kota Jabodetabek muncul. Dengan tergesa-gesa Rudi naik kereta tersebut. Begitu sampai di dalam, dia melihat kereta tidak terlalu ramai, hanya ada sekitar dua puluhan orang saja. Beberapa ada yang sedang tidur, membaca koran dan terlihat berbincang-bincang. Rudi pun duduk di salah satu kursi yang kosong, dan setelah beberapa menit duduk Rudi tertidur. Dia memang sangat lelah saat itu

Rudi tidur selama kurang lebih satu jam. Dia pun terbangun. Ketika terbangun, dia merasa heran karena sudah satu jam dia belum sampai stasiun Bekasi, padahal biasanya hanya butuh waktu setengah jam untuk sampai ke stasiun Bekasi.

Rudi juga merasa curiga melihat keadaan kereta yang dia naiki saat itu, terutama pada seorang pria yang duduk tidak jauh dari tempat duduknya. Pria itu hanya diam saja, sebuah surat kabar terbentang lebar hingga menutupi wajahnya. Orang-orang yang tadi sedang berbincang-bincang, kini hanya duduk terdiam dengan wajah yang pucat, padangan mereka menatap kosong ke depan. Rudi merasa ada yang janggal, dan bulu kuduknya berdiri.

Jantung Rudi juga berdebar sangat kencang, dia bingung harus berbuat apa sedangkan kereta masih berjalan kencang. Rudi memutuskan untuk bertanya kepada seorang pria paruh baya yang kebetulan duduk tidak jauh dari tempat duduknya. Pria paruh baya tersebut adalah pria yang semenjak dia masuk ke dalam kereta itu sedang membaca sebuah surat kabar. Rudi pun beranjak dari kursinya dan duduk di sebelah pria itu.

"Pak, ini kita di mana ya?" Tanya Rudi.

Lihat selengkapnya