Suatu hari di bulan Mei tahun 2005. Sari dan teman-teman tengah berkumpul di rumahnya. Rumah Sari hari itu memang ramai sekali, seluruh teman baiknya berkumpul di rumahnya - Feri, Tari, Ditto, dan Hendra. Mereka semua adalah sahabat Sari semenjak masih SD hingga sekarang saat Sari sudah menjadi seorang mahasiswi di sebuah Universitas Negeri di Jakarta. Tidak biasanya teman-teman Sari berkumpul di rumahnya, biasanya mereka menghabiskan akhir pekan dengan pergi menonton di mal, atau sekedar ngumpul di kafe. Tapi akhir pekan ini mereka seperti sedang bingung akan menghabiskan waktu di mana, hingga akhirnya memutuskan untuk menghabiskan akhir pekan di rumah Sari. Kebetulan memang akhir pekan itu rumah Sari sedang kosong, orangtuanya sedang ke luar kota untuk beberapa hari. Mereka pun agak bebas berkumpul hingga malam di rumah Sari.
"Lo gak pada bosen apa gini terus?" Ujar Hendra saat menyeruput habis kopi di dalam cangkir.
"Dari kemaren-kemaren gini doang, nongkrong sana sini. Gak ada rasanya, bosen gue," tambah Hendra sambil meletakkan cangkir kopinya seraya memperhatikan teman-temannya.
"Iya juga sih, gue juga ngerasa bosen. Kita ke mana kek gitu." Tari sepertinya merasakan hal yang sama seperti yang Hendra rasakan.
"Terus ke mana dong?" Tambah Ditto yang sedang bermain game tanpa menoleh ke teman-temannya.
"Kita jalan-jalan ke tempat yang agak jauh," tambah Hendra.
"Iya ke mana?" Tanya Feni.
"Mana kek, puncak kek. Pokoknya keluar dari Jakarta, gue bosen di sini-sini doang," Hendra menjawab.
"Wah boleh tuh, gue suka nih kalo trip gitu. Kita bisa camping, merasakan suasana alam." Ditto berhenti bermain game dan mulai memperhatikan teman-temannya.
"Ah jangan sampe ngineplah, ntar gue bisa kena semprot sama bokap," keluh Sari.
"Iya, gue juga," Feni menambahkan.
"Ya udah kita pulang-pergi aja, bisalah ke puncak PP." Tari mencoba memberi solusi.
"Jangan puncak, gimana kalo kita jalan-jalan di ke Curug di Bogor aja? Cuma beberapa jam, kita hemat waktu. Bisa pulang pergi, pagi berangkat pulang malem. Gimana?" Ditto mencoba menyakinkan teman-temannya.
"Gue setuju tuh."
"Gue juga."
"Ya udah kalo semua setuju ya jadiin aja, kapan?" Tanya Sari.
"Weekend depan gimana?" Hendra menjawa dengan cepat
"Oke, jadi," jawab Ditto, temannya yang lain pun mengangguk tanda setuju.
Akhir pekan itu mereka sepakat untuk pergi ke Curug di kota Bogor, ingin merasakan suasana yang berbeda. Ketika Hendra meminjam mobil milik ayahnya untuk mereka jadikan alat transportasi pun ayahnya menyetujuinya, setidaknya mereka tidak harus bersusah payah untuk naik kendaraan umum.
************
Pukul 7 pagi Hendra sudah berangkat dari rumahnya mengendarai mobil milik ayahnya, dia berniat menjemput satu per satu teman-temannya. Kebetulan Sari adalah orang yang paling terakhir dia jemput. Ketika mereka menjemput Sari, ternyata mereka harus menunggu beberapa saat. Setelah menunggu 20 menit, Sari, Tari, dan Feni baru keluar dari rumah Sari.
"Ngapain sih lo pada? Lama banget. Gua ama Ditto udah nungguin dari tadi juga," gerutu Hendra.
"Gue habis bantuin Sari packing lagi, hari ini dia dapet, jadi mesti bawa barang ekstra," jelas Feni.