Lucian tertawa kecil, suaranya bergaung lembut seperti alunan musik. “Ah, aku cuma seorang pengagum kisah-kisah lama. Terkadang, kita itu bisa belajar lebih banyak dari legenda ketimbang dari kenyataan, bukan?”
Seraphina tidak bisa menahan senyum tipis. “Kau terdengar seperti penyair.”
“Bukan penyair, Nona. Hanya seorang pengelana yang mencoba memahami teka-teki dunia ini.” Lucian duduk di sebelahnya, menjaga jarak yang sopan tapi cukup dekat untuk membangun percakapan yang lebih hangat.
“Dan bagaimana seorang pengelana seperti Anda bisa tiba di istana Valoria?”
“Aku diundang oleh Raja Gregory, tentu saja. Hubungan diplomatik antara Eloria dan Valoria sudah terjalin cukup lama. Aku datang untuk mempererat hubungan itu.” Ia menatap Seraphina dengan tatapan yang lebih dalam, hampir menusuk. “Aku merasa beruntung bisa bertemu denganmu di sini.”
Seraphina merasa wajahnya memanas, tetapi ia tetap tenang. “Itu kebetulan yang menarik, Tuan Lucian.”
“Tidak ada yang benar-benar kebetulan, Nona Seraphina,” jawab Lucian, suaranya merendah. “Seperti yang dikatakan dalam Kisah Eldara: ‘Mereka yang ditakdirkan bertemu akan selalu menemukan jalan, bahkan di antara bayangan dan bintang.”
Seraphina menatapnya dalam diam. Kutipan itu terasa seperti pesan rshasia, sesuatu yang lebih besar dari sekadar kata-kata manis. Ia merasa seperti berada di tengah permainan catur yang baru dimulai, dan Lucian telah membuat langkah pertamanya.
“Mungkin takdir memang bekerja dengan cara yang aneh,” jawab Seraphina. “Tapi aku percaya kita harus tetap waspada pada segala kemungkinan.”
Lucian tertawa kecil lagi, kali ini lebih pelan, hampir seperti bisikan. “Aku suka caramu berpikir, Nona. Hati-hati, terkadang waspada saja tak cukup. Kau harus tahu kapan harus mempercayai seseorang dan kapan harus lari.”
Ia berdiri, membungkuk lagi dengan penuh hormat. “Sampai jumpa lagi ya, Seraphina. Aku harap kita bisa melanjutkan percakapan ini di lain waktu.”
Seraphina mengangguk pelan, matanya tak lepas dari sosok Lucian yang berjalan menjauh, menyatu dengan kegelapan malam.
Namun, di balik senyumnya yang ramah, Seraphina curiga pria itu membawa lebih dari sekadar cerita tentang legenda kuno. Ada sesuatu yang tersembunyi di balik setiap kata dan gerakannya, sesuatu yang berbahaya.
**