Malam itu, suasana di kamar 207 cukup tenang. Olivia, Shafa, dan Farah sudah bersiap tidur, berbaring di ranjang bertingkat. Farah sudah lebih dulu tertidur, sementara Shafa masih sibuk dengan ponselnya, mencoba menenangkan pikiran sebelum tidur. Olivia, di sisi lain, tengah memejamkan mata, namun pikirannya masih terbang ke sana kemari, teringat kejadian-kejadian siang dan sore tadi.
Tiba-tiba, ponsel Olivia bergetar. Ia membuka matanya sejenak dan melihat layar ponselnya yang menyala. "Pesan masuk," tulisnya di layar. Tanpa ragu, Olivia meraih ponselnya dan melihat siapa yang mengirim pesan tersebut. "Kak Raihan?"
Pantas saja dia merasa sedikit kaget. Selama ini, mereka jarang berkomunikasi langsung, hanya sesekali bertemu saat kegiatan sekolah atau di apel malam. Tapi kali ini, ada pesan dari kak Raihan yang cukup mengejutkannya.
"Olivia, aku dengar kamu pilih paduan suara dan voli. Tapi aku ingin tanya, apakah kamu tertarik ikut paskibra juga? Mereka butuh tambahan anggota, dan aku rasa kamu cocok."
Olivia terdiam sejenak. "Paskibra?" pikirnya. Ia ingat bahwa selama ini dia lebih fokus pada paduan suara dan voli, dua ekskul yang menurutnya cukup menarik. "Tapi kenapa dia ngajakin aku ikut paskibra?" pikir Olivia lebih lanjut.
Awalnya, dia merasa ragu. Paskibra bukanlah hal yang ia minati, apalagi jika dibandingkan dengan paduan suara yang ia sukai sejak lama. Namun, tak lama setelah itu, ponselnya berbunyi lagi. Pesan lanjutan dari kak Raihan masuk.
"Aku tahu kamu lebih suka paduan suara dan voli, tapi kamu harus coba hal baru, Olivia. Paskibra itu lebih dari sekadar baris-berbaris. Ada kebersamaan, kerja tim, dan bisa nambah pengalaman seru. Aku yakin kamu bisa melakukannya."
Olivia memandang layar ponselnya, berpikir sejenak. Ada rasa penasaran dan rasa terkejut yang bercampur di hatinya. "Kenapa kak Raihan begitu perhatian?" pikirnya. Dia mengingat apa yang dikatakan kak Raihan tentang pengalaman dan kerja tim. "Mungkin ada benarnya juga. Aku nggak pernah tahu kalau belum coba," gumamnya dalam hati.
Shafa yang sudah mulai merem melihat Olivia yang tampaknya sedang merenung, bertanya dengan suara pelan, "Ada apa, Liv? Kok kelihatan mikir banget?"
Olivia mengalihkan pandangannya dari ponsel dan berkata dengan santai, "Nggak apa-apa, cuma ada pesan dari kak Raihan."
Shafa mendengus kecil, "Oh, Kak Raihan? Ada apa lagi tuh?"
Olivia mengangguk pelan, masih terfokus pada pesan yang baru saja masuk. "Dia ngajakin aku ikut paskibra. Aku bingung. Aku kan udah pilih paduan suara dan voli."
Shafa melirik Olivia dengan penuh perhatian. "Hmm... Paskibra sih seru juga, Liv. Apalagi kalau Kak Raihan ngajakin. Coba aja, siapa tahu bisa nambah pengalaman dan malah jadi seru," jawab Shafa sambil mengedikkan bahunya.
Olivia terdiam sejenak. "Tapi aku gak tahu deh... Aku nggak terlalu suka kegiatan baris-berbaris," katanya ragu.
Shafa tersenyum tipis dan menggoda, "Ayo, coba aja. Lagi pula, siapa tahu nanti bisa deket-deket lagi sama Kak Raihan."
Olivia tersenyum kecil, merasa canggung dengan gurauan Shafa, tetapi ada sedikit rasa penasaran yang muncul. Setelah berpikir beberapa detik, akhirnya Olivia memutuskan untuk membalas pesan dari kak Raihan.