DOSA YANG KITA SEBUT KELUARGA

Fasihi Ad Zemrat
Chapter #2

JADI NOL

Salah satu tamu dengan setelan paling rapi tertawa. Dia lantas menegakkan posisi duduknya sambil bertepuk tangan.


“Saka … Saka … Saka,” panggilnya dengan nada ejekan.


Saka memicingkan mata. Dia lihat kembali tamu yang mendatangi rumahnya. Setelah ingatannya mulai pulih, Saka pun mendesis. Tamunya adalah Dasa, kenalan ayahnya yang selalu menawarkan utang dengan bunga tinggi.


“Kamu sekarang sudah besar, ya. Sudah tinggi lagi. Gimana, kamu mau nikah juga? Hmm … tapi mau utang lagi sama apa? Sama motor bututmu?” celanya kemudian.


“Utang? Keluargaku punya utang? Keluargaku nggak punya utang! Pergi sana!” cerca Saka.


Alih-alih merasa terancam, Dasa justru kembali tertawa.


“Coba saja tanya ibumu!” katanya kemudian.


Saka pun memandang ibunya, mencari jawaban. Ambar pun langsung kehilangan kata-katanya. Dia tak tahu harus berkata apa selain mengangguk.


“Kenapa, Bu?”


“Oh Bu Ambar malu, ya? Boleh saya saja yang jawab?” Dasa mengompori.


Serta-merta Ambar menggeleng. Dia tahu mulut Dasa hanya berisi hujatan semata. Apa pun yang keluar dari sana hanya akan memancing amarah.


“Ibu utang buat pernikahan Nabila,” aku Ambar dengan pahit.


Saka memandang ibunya kecewa lalu membuang wajah.


“Wah ada yang merasa dirugikan, nih?” 


Dasa bangkit dari duduknya. Dia pun berjalan mendekati Saka lalu melingkarkan tangannya di bahu Saka.


“Jangan kamu pikir semua salah adikmu karena meminta pernikahan mewah, Ka! Kamu nggak ingat hah kenapa ayahmu bangkrut?” terangnya kemudian.


Saka mengangkat kepalanya. Dipandanginya Dasa dengan wajah galak sekaligus bingung. “Apa maksudmu, hah?” teriaknya.


Ambar pasang badan. Dia maju lalu bersimpuh di depan Dasa. “Pak Dasa, tolong berhenti! Tolong jangan!”


Dasa makin jumawa dan tertawa keras. Tampak sekali kalau lelaki itu begitu menikmati pertunjukan malam ini.

Lihat selengkapnya