Blurb
Akhirnya, Madwa mendapatkan pacar pertamanya saat usianya menginjak tiga puluh tahun. Bukan karena ia tak laku atau tak pernah jatuh cinta. Namun karena pacar pertamanya inilah yang mengajarkannya tentang arti pacar dan arti pacaran. Kebutuhannya terhadap kasih sayang yang telah dipenuhi oleh keluarganya, nyatanya, masih menyimpan ruang kosong yang mesti diisi oleh pacar pertamanya ini. Apakah pacar pertamanya ini akan jadi pacar terakhirnya?