Dsintransia

Iman Ali Janovit
Chapter #17

Chapter 16 : Persekutuan

Ruangan itu berbentuk bola. Dalam ruangan, tiga orang sedang berdiri dengan kepala yang terbungkus oleh sebuah karung goni.

Tuan Passil berdiri di depan mereka dengan tegak. Dia menatap ke arah pelayannya lalu mengangguk—memberi instruksi isyarat.

Pelayan tuan Passil dengan cepat melepaskan karung-karung yang membungkus kepala tiga orang lainnya di ruangan itu.

"Kenapa kau lakukan ini?" Tanya salah satu orang itu setelah di lepaskan karung yang membungkus kepalanya. Rambutnya berwarna perak, wajahnya sedikit pucat. Pemimpin klan matahari, Gagra.

"Klan rendahan, beraninya menculikku. Akan aku pastikan klanmu musnah dalam permainan ini." Ujar sosok kedua dengan rambut hitam, tubuhnya jangkung serta masih tampan meskipun sudah berumur 45000 tahun. Pemimpin klan Bayangan, Vasha.

"Apa yang kau inginkan dari kami?" Pemimpin klan Nebula bernama Auth bertanya dengan nada dingin. Perawakannya tidak jauh berbeda dengan manusia kebanyakan di klan bumi. Namun yang membedakannya adalah, ada sebuah tanda di dahinya dan juga kedua tangannya di perban—telapak tangannya terdapat sebuah mata yang mengerikan.

"Kalian mungkin tidak akan benar-benar mengerti alasanku menculik kalian ke ruangan Orb ini." Jawab Tuan Passil.

Auth, Vasha dan Gagra mencoba sekuat tenaga untuk bebas, tapi usaha mereka sia-sia. Mereka bertiga telah di ikat oleh rantai yang tidak biasa... Itu adalah rantai khusus "Rantai Sang Pemburu" itulah namanya.

"Ingin seberapa besar usaha kalian, semuanya akan sia-sia... Rantai itu adalah peninggalan klan ancient one dan menjadi satu-satunya alat di ruangan Orb ini, untuk kita bisa mencapai kesepakatan bersama tanpa melanggarnya." Ujar tuan Passil kemudian duduk di kursi.

"Kau sudah gila!" Seru Gagra.

"Kau tahu apa ruang Orb itu, kan?" Tanya Vasha sedikit panik.

"Nyalimu besar juga." Ujar Auth dengan nada tenang.

"Aku tahu—" Tuan Passil mengambil secangkir kopi yang telah di sediakan oleh sang pelayan di meja dekat tempat dia duduk.

Tuan Passil menghirup aroma wangi dari kopi tersebut lalu meminum dan menganggap pertemuan ini hanyalah obrolan santai.

Setelah minum, tuan Passil meletakkan kembali cangkir kopinya di meja, "Klan Ancient one... Klan itu adalah cikal bakal dimana klan-klan yang lain seperti kita lahir—membawa ilmu pengetahuan ke seluruh alam semesta. Tapi kalian tahu sendiri apa yang terjadi selanjutnya." Tuan Passil meletakkan cangkir kopinya. "Klan Ancient one hancur. Bukan karena perang. Bukan karena bencana. Tapi karena keserakahan anak-anaknya sendiri."

Gagra, pemimpin klan Matahari, menyipitkan mata. "Kau membawa kami ke sini hanya untuk cerita sejarah seperti ini? Tidak masuk akal!"

"Tidak. Aku membawa kalian ke sini karena ruang Orb ini adalah satu-satunya tempat Dsintransia yang tidak bisa disentuh oleh aturan permainan." Passil berdiri, berjalan mengelilingi ketiga pemimpin klan yang terikat rantai.

Vasha, pemimpin klan Bayangan, meronta. Rantai di pergelangan tangannya berbunyi nyaring, tapi tidak putus. "Lepaskan aku sekarang, atau—"

"Atau apa? Kau akan membunuhku?" Passil tertawa kecil. "Kita semua di sini sama-sama terperangkap. Ruang Orb ini diciptakan oleh klan Ancient one untuk satu tujuan: memaksa satu keputusan dengan kejujuran."

Auth, pemimpin klan Nebula, yang paling tenang di antara mereka bertiga, menatap Passil dengan mata sipit. "Aku tahu bagaimana cara kerja tempat ini, kau membuat situasi bunuh diri untuk kita, ya?"

Lihat selengkapnya