BWARR!
Semburan nafas naga emas Zhangzian yang panas membuat kami berlima terpecah.
"Ini lebih panas daripada semburan naga biasa." Ujar Raq kemudian berdiri tegak karena sempat terhuyung jauh oleh efek angin dari semburan nafas emas Zhangzian.
"Makhluk ini luar biasa besar. Pertarungan ini akan menyenangkan!" Harald memutar-mutar kapaknya lalu menancapkannya ke tanah.
"Bagaimana kau dan lainnya bisa sampai di dekat gua itu? Dalam waktu singkat, bukankah seharusnya jurang menghambat kalian?" Tanyaku pada Harald.
"Tentu saja itu merepotkan. Namun untungnya keberuntungan menyertai kami. Jurang itu memang dalam dan lebar, tapi tidak ada yang menyangka ada pelontar tua raksasa yang masih bisa berfungsi." Jawab Harald.
"Pelontar?" Aku mengernyitkan dahi.
"Katapel raksasa yang dulu sering digunakan untuk perang. Kami secara bergilir di lontarkan ke sebrang. Itu lumayan seru juga." Harald kemudian tertawa.
"KEMBALIKAN BOLA EMAS ITU?!"
BWARR!
Zhangzian kembali menyemburkan nafas emasnya yang panas.
"Enak saja. Di dunia ini, jika kau lengah, kau akan mudah kehilangan segalanya." Balas Khan santai sembari menghindari semburan nafas emas.
"Gedan bosan." Gumam perwakilan klan supernova.
Gedan berhenti menghindar. Ia justru sengaja membuat dirinya di bakar oleh panasnya api emas milik Zhangzian.
"Dia bodoh?" Tanyaku sembari terkejut.
"Dia berbeda."
"Biasanya kalau begitu berarti dia orang sakti."
"Sesuatu yang menarik akan segera terjadi."
Raq menepuk pundakku. Matanya menyuruhmu memperhatikan ke arah orang yang sengaja dirinya dibakar oleh api emas Zhangzian.
Benar saja.
Zirah hitam dengan garis-garis emas itu nampak tidak berkarat sedikit pun. Dan Gedan berdiri tegak, dia tidak menjadi abu karena serangan Zhangzian.
"Hanya segini?" Tanyanya kemudian menguap.
"Dia... tidak mati?" Kini Harald yang bertanya dengan wajah terkejut.
"Butuh lebih dari itu untuk menghancurkannya. Klan Supernova memiliki teknologi teratas dan paling maju di antara semua klan." Jawab Raq.
"TIDAK LEBIH DARI LUMAYAN." Zhangzian tertawa. Tawa yang mengerikan.
Satu hal yang tidak aku ketahui mengenai Gedan. Di bagian belakang zirahnya—terpasang sebuah lingkaran tebal yang perlahan berputar hingga menghasilkan sebuah gelombang elektromagnetik.
"Kau tidak lebih dari makhluk rendahan, naga emas." Gedan menunjuk ke arah Zhangzian yang terbang di langit.