Tengah malam di Desa Timur, Hizakura.
Para penduduk sedang terlelap dalam tidur mereka. Tidak ada yang aneh malam itu. Hanya keheningan dan hembusan angin yang menggoyangkan dedaunan.
Di tengah gelapnya malam, seorang gadis kecil berusia lima tahun berlari tanpa arah.
Napasnya memburu.
Tubuh kecilnya dipenuhi keringat yang membasahi pakaian lusuhnya. Kaki mungilnya kotor oleh tanah basah sisa hujan semalam.
Wajahnya dipenuhi kebingungan dan ketakutan.
Seolah ada sesuatu yang sedang mengejarnya.
Tangannya yang gemetar perlahan mendorong sebuah pintu rumah yang tidak terkunci.
Pintu itu terbuka.
Gadis kecil itu segera masuk dan bersembunyi di dalamnya.
Untuk sesaat, ia merasa aman.
Namun perasaan itu tidak berlangsung lama.
Suara langkah kaki yang berat terdengar dari dalam rumah.
Tok.
Tok.
Tok.
Langkah itu berhenti begitu melihat sosok kecil yang berdiri kotor di dekat dinding bambu.
"Siapa kau?"
Suara berat seorang pria tua memecah keheningan.
"Dan apa yang kau lakukan di rumahku?"
Gadis kecil itu tidak menjawab.
Ia hanya berdiri mematung sambil menundukkan kepala.
Ketakutan terlihat jelas dari tubuhnya yang gemetar.
Pria tua bertubuh besar itu mendekatinya.
Wajahnya menunjukkan amarah.
Tanpa banyak bicara, ia meraih tangan kecil gadis itu dan menyeretnya menuju pintu.
"Keluar dari rumahku!"
"Suamiku, ada apa di sana? Kenapa kau marah?"
Suara lembut seorang wanita tua terdengar dari dalam kamar.
Ia berjalan perlahan menghampiri mereka.
Pria tua itu menunjuk gadis kecil yang ketakutan.
"Lihatlah. Ada tamu kecil yang masuk ke rumah kita tanpa izin."
Wanita tua itu menatap gadis tersebut.
Pakaiannya kotor.
Tubuhnya penuh lumpur.
Namun yang paling terlihat adalah ketakutan di matanya.
"Suamiku, dia hanya seorang anak kecil."
Wanita itu perlahan melepaskan genggaman tangan suaminya.