Dua Bilah Pedang Takdir

MHD Yasir ramadhan
Chapter #2

Teka-Teki bernama anjani

Pagi itu, Aru sudah siap dengan tas gendong belanjaannya.


Tubuhnya yang tinggi dan kekar berdiri di depan pintu rumah. Tangannya mengepal kuat.


Bukan karena marah pada kehadiran Anjani.


Melainkan karena kekhawatiran yang terus menghantuinya sejak malam sebelumnya.


"Sumi, aku pergi dulu. Aku akan kembali secepatnya dari pasar."


Sumi tidak langsung menjawab.


Ia sedang duduk di belakang Aru sambil mengoleskan obat herbal pada punggung Anjani yang penuh lebam.


"Jaga dirimu... dan segeralah kembali."


Aru mengangguk pelan.


Tak lama kemudian, ia menaiki kudanya dan berangkat menuju pasar.


Jalanan masih berlumpur akibat hujan semalam.


Sepanjang perjalanan, pikirannya tidak pernah jauh dari satu pertanyaan.

Siapa sebenarnya anak itu?


Pasar ibu kota sudah ramai ketika Aru tiba.


Para pedagang sibuk menawarkan dagangan mereka.


Suara tawar-menawar bercampur dengan hiruk-pikuk masyarakat yang memenuhi jalan.


Aru berjalan menuju kios rempah-rempah milik langganannya, Nyi Sugih.


Wanita tua itu sedang merapikan barang dagangannya ketika Aru datang.


"Ah, Aru. Seperti biasa?"

Aru mengangguk. Tangannya mulai memilih berbagai rempah yang dibutuhkan untuk membuat obat-obatan herbal.


Di luar kios, suara bisik-bisik para pembeli terdengar semakin ramai.


Beberapa orang tampak membicarakan sesuatu dengan wajah tegang.


Aru menghentikan gerakannya.


"Nyi, ada apa?"


Nyi Sugih menghela napas.

"Kau belum dengar?"


Aru menoleh.


"Dengar apa?"


"Desa Awan dihancurkan."


Tangan Aru langsung berhenti bergerak.


"Desa Awan?"


Nyi Sugih mengangguk.


"Katanya Tentara Gelap Hizakura menyerang semalam."


Suasana pasar mendadak terasa lebih dingin.


Aru mencoba tetap tenang.


"Kenapa?"


Nyi Sugih menatap sekeliling sebelum menjawab.


"Ada isu yang beredar di antara para tetua."


"Katanya mereka sedang mencari seorang anak perempuan yang melarikan diri dari kamp kerajaan."


Jantung Aru berdegup lebih keras.


Keringat dingin mulai muncul di dahinya.


Seorang anak perempuan.


Lihat selengkapnya