Blurb
Elea Widuri Hardana siswi kelas XII-A digiring dari ruang kelas menuju ruang BK. Penemuan alat test kehamilan dengan hasil positif baru saja membuat geger. Padahal, kurang dari satu pekan lagi, Soraya, ibunda Elea, akan mengisi seminar di sekolah tersebut. Seminar bertajuk Gen-Z: Reproductive Health and Moral Integrity. Bagaimana mungkin putri seorang pakar seksolog bergelar dr. Sp. OG, melakukan kesalahan besar?
Dua bulan lalu, Zean Wisnu Hardana juga mengisi seminar yang memang rutin diadakan sekolah tempat Elea menuntut ilmu tersebut. Zean merupakan seorang Advokat kenamaan. Sebagai putri, bukankah Elea seharusnya merasa bangga? Namun yang terjadi, bukan hanya mencoreng nama St. Jude International Academy saja. Kedua orang tua Elea juga. Siapa yang pantas disalahkan? Edukasi yang terang di depan layar justru gelap di baliknya? Sebagai pakar, tidak mungkin Elea tidak memahami profesi ibunya, bukan?
Akan tetapi, kehamilan Elea bukan sekadar 'kecelakaan' biasa. Melainkan, gema yang mengusik luka lama Soraya. Bisakah menjadi titik balik? Atau Elea hanya akan menjadi korban berikutnya dari siklus yang sama?