Elea turun dari lantai dua saat Soraya baru saja selesai melakukan live streaming. Sang mama melepas mikrofon yang semula terpasang di kerah kemeja, kemudian mematikan ring light. Live sejak subuh dan selesai tepat saat Elea siap berangkat sekolah sudah menjadi rutinitas pagi Soraya. Memberi edukasi sejak pagi buta. Elea tidak tahu ibu-ibu mana yang gabut nonton live di jam—yang seharusnya dipakai mengerjakan pekerjaan rumah. Atau sekurang-kurangnya, menyiapkan sarapan bagi keluarga; putra-putri yang akan berangkat sekolah juga seperti dirinya.
“Berangkat sekarang, Sayang?”
“Gak sarapan dulu?” Elea balik bertanya.
“Mama enggak, tapi kalau kamu mau sarapan … mama tunggu sambil siap-siap,” jawab Soraya tanpa menghentikan kegiatannya memeriksa perlengkapan kerja yang akan dibawanya.
Elea berlalu meninggalkan Soraya di ruangan khusus tempat mamanya itu nge-live. Dia ayunkan tungkai ke arah meja makan—yang tidak ada apa pun selain roti dan selai. Bibi sedang libur; izin pulang kampung sebentar, tentu saja tidak ada yang memasak. Soraya sibuk seperti biasanya. Apa yang bisa Elea harapkan? Duduk setelah menarik kursi makan, Elea membuka penutup selai saat sepotong roti sudah di atas piring.
“El, ada salad sama smoothies di kulkas. Akhir-akhir ini ... kamu kayaknya kurang makan buah-sayur, ya?” Soraya berjalan ke arah Elea sambil berusaha memasukkan sesuatu ke dalam tasnya. Benda itu terjatuh. Soraya berjongkok memungut powerbank berbentuk balok, seukuran remote AC universal tersebut.
“Seminggu ini, bibi, kan, pulang kampung. Siapa yang masak memangnya?” Elea menjawab datar.
“Tapi, mama buatkan salad bahkan kamu gak mau sentuh." Elea memutar bola mata, lalu mencebik pelan. "Dua hari lalu seharusnya jadwal kamu haid. Mama lihat stok pembalut kamu masih utuh. Ini mesti karena sering makan junk food. Iya, kan?”
Elea bergeming. Matanya mengerjap ketika teringat tanggal dan benar apa yang dikatakan mamanya, bahwa dia belum mendapatkan siklus bulanan.
“Papamu selalu mama ingatkan untuk pesan makanan sehat untukmu saat kamu tinggal di sana, dia lakukan itu, kan?” Soraya sudah duduk dan memperhatikan Elea yang mulai menggigit roti selainya.
"Mama nyalahin papa?"
“Bukan begitu. Mama tau kamu lebih lama bersama mama dan mama tidak pernah memasak untukmu. Selain karena biasanya ada bibi … mama juga tidak begitu pandai. Hanya bisa membuat salad dan smoothies.” Dia berdiri lagi mengambilkan dua jenis makanan yang disebutkannya. Sebotol smoothies buah dan salad sayur dalam wadah yang lumayan besar, Soraya bawa ke dekat Elea.
"Mama perhatikan kamu selalu makan sesuai anjuran mama setiap di rumah. Lalu, di mana lagi kamu berani makan junk food kalau bukan tanpa sepengetahuan mama?" lanjut Soraya sembari menuangkan smoothies ke dalam gelas. Namun, saat hendak mengambilkan salad, Soraya mendapat penolakan dari Elea.
“Ma … .” Elea menggelengkan kepala. Kunyahan di mulutnya melambat. Elea mangatupkan bibir rapat, merasai sensasi aneh di lidah.
“Kamu kenapa, Sayang?”
Elea menangkup mulut, memaksakan suapannya masuk ke kerongkongan meskipun rasanya tidak ingin. Buru-buru menenggak smoothies hambar buatan Soraya yang Elea yakini tanpa gula itu. Bukan menetralkan mual, justru rasanya semakin aneh dan Elea ingin sekali memuntahkannya.
“Kamu yakin gak apa-apa?” Soraya menyentuh dahi Elea demi memastikan keadaan putrinya itu. “Kalau kamu sakit … tidak perlu sekolah dulu. Ambil libur, biar mama yang bicara pada wali kelasmu. Oke?”
“Enggak, deh, Mam. El, gak apa-apa, kok. Hari ini ujian tertulis hari pertama, Elea gak mau nyusul sendirian,” jawabnya sambil berdiri dan meraih tas di kursi samping. “Ayo, udah siang!”
“Yakin kamu baik-baik aja?” Soraya mengulang tanya demi benar-benar memastikan kondisi Elea. Sebab, putrinya itu terlihat sangat pucat.
“Iya, Mama. Ayo!”
Elea sudah berjalan mendahului Soraya yang kembali menyimpan makanan ke dalam kulkas. Kalau diingat-ingat, Elea tiga bulan terakhir sedikit berbeda. Selain haidnya yang acapkali telat walaupun hanya dua atau tiga hari, dia juga jadi makin pendiam. Meskipun takut, Soraya mencoba menepis praduganya.