Dua Nama di Kontrak yang Sama

JNR1101
Chapter #11

Nama yang Terlarang

Ponsel di tangan Danis bergetar sekali lagi. Layarnya menyala terang di ruang depan yang temaram, membuat ketiga orang itu membeku sejenak. Suara ayahnya menggema saat Danis tanpa sadar menekan speaker.


“Danis, kamu denger aku? Rumah di Bandung itu… ada urusan lama yang harus kita selesaikan.”


Cantika melangkah maju, sepatunya berdentum di lantai kayu usang. Larasati membeku, tangannya mencengkeram dokumen hingga kertasnya kusut di pinggir. Dua pasang mata menatap ponsel itu seolah benda itu bisa meledak kapan saja.


Danis buru-buru mematikan speaker dan menempelkan ponsel ke telinga, tapi Cantika sudah angkat suara.


“Siapa itu? Kenapa nyebut rumah kami?”


Danis berjalan ke teras belakang, angin malam menyapu wajahnya yang panas. Dua pasang mata tetap mengikutinya dari belakang. Ia mematikan panggilan, lalu berbalik menghadap mereka.


“Ayahku,” katanya pelan. Suaranya serak. “Dia bilang dulu sahabat kakek kalian… dan ikut atur pemisahan kalian berdua.”


Cantika merebut map dokumen dari meja dengan gerakan cepat. Matanya menyusuri baris demi baris, wajahnya semakin pucat. Rahangnya mengeras.


Larasati duduk perlahan di kursi kayu, seolah lututnya tak sanggup menopang tubuh lagi. Tangannya terkulai di pangkuan.

Lihat selengkapnya