Dua Nama di Kontrak yang Sama

JNR1101
Chapter #12

Konfrontasi Pertama

Pagi berikutnya, udara di rumah tua terasa lebih berat. Danis duduk di meja makan, jarinya mengetuk-ngetuk cangkir kopi yang sudah dingin. Cahaya matahari pagi menyusup lewat jendela, tapi tak mampu menghangatkan suasana.


Cantika turun lebih dulu, rambut pendeknya rapi, blus putihnya tanpa kerut. Ia langsung menuang kopi, tapi tak langsung minum. Matanya melirik Danis.


“Ayahmu beneran datang hari ini?” tanyanya tanpa basa-basi.


Danis mengangguk. “Katanya sore.”


Larasati muncul tak lama kemudian, rambutnya masih basah. Ia berhenti di anak tangga saat mendengar percakapan itu. “Ayahmu? Ke sini?”


Suasana langsung tegang. Cantika meletakkan cangkirnya dengan agak keras. “Kamu nggak bilang dari semalam?”


“Aku belum yakin harus bilang apa,” jawab Danis pelan. Ia mengusap wajah, merasa lelah meski baru bangun.


Larasati mendekat ke meja, tangannya memegang punggung kursi hingga buku-buku jarinya memutih. “Jadi ayahmu yang ikut memisahkan kami dulu… dan sekarang dia mau datang ke sini. Buat apa? Minta maaf setelah dua puluh tahun?”


Cantika mendengus. “Atau mau pastiin rumah ini tetap dijual supaya rahasianya nggak terbongkar lebih jauh?”

Lihat selengkapnya