Dukun Online VS Tetangga Rese

Amila Fitriati Mardhatillah
Chapter #7

Sabotase Kencan Buta

Rencana Rhea Calista untuk melakukan ghosting secara profesional dari kehidupan spiritual Leander Eron hancur lebur bahkan sebelum ia sempat menekan tombol hapus akun. Malam itu, Rhea sudah duduk tegak di kasurnya dengan ponsel rahasia di tangan. Ia sudah mengetik draf pesan perpisahan yang sangat puitis dan taktis, menjelaskan bahwa perjalanan kosmik SunWalker telah selesai dan gerbang dimensi Oracle R harus ditutup demi keseimbangan alam semesta. Namun, tepat ketika jempolnya melayang satu milimeter di atas tombol kirim, ponselnya bergetar hebat. Sebuah pesan masuk dengan tanda seru merah beruntun.

SunWalker: “Oracle, gawat! Ini darurat tingkat tinggi! Ibu saya baru saja mengumumkan secara sepihak bahwa besok malam saya harus pergi kencan buta dengan anak sahabatnya, seorang haji kaya dari Jakarta Barat. Ibu saya bahkan sudah mengancam akan mencoret nama saya dari kartu keluarga jika saya menolak. Bagaimana cara membatalkan karma perjodohan ini tanpa merusak aura spiritual saya? Tolong, saya butuh panduan Anda!”

Rhea terbelalak membaca pesan itu. Jantungnya mendadak terasa seperti merosot hingga ke lantai kamar.

"Kencan buta?!" teriak Rhea histeris, membuat kucingnya yang sedang mendengkur langsung melompat kaget dari kasur. "Enak aja si kaku itu mau dikencan butain! Kemarin baru aja payungan romantis sama gue, sekarang mau tebar pesona sama cewek lain?!"

Rasa cemburu yang sangat tidak rasional mendadak membakar dada Rhea. Ide awal untuk mengakhiri konsultasi langsung ia buang jauh-jauh ke tempat sampah mentalnya. Sisi kompetitif dan posesifnya sebagai tetangga dan sebagai perempuan yang diam-diam sudah jatuh cinta langsung mengambil alih kendali.

"Oh, lo mau kencan buta, Mas Eron?" Rhea tersenyum licik, matanya berkilat jahat di bawah temaram lampu kamar. "Oke, gue bakal kasih lo tips kencan paling berani dan tak terlupakan sepanjang sejarah umat manusia."

Ia segera mengetik balasan dengan gaya bahasa Oracle yang tetap tenang namun penuh manipulasi terselubung.

Oracle R: “Tenang, SunWalker. Perjodohan paksa adalah bentuk 'Ujian Ketegasan Energi'. Alam semesta sedang menguji apakah Anda benar-benar sudah memiliki jiwa yang mandiri atau masih disetir oleh ekspektasi eksternal. Jangan batalkan kencannya. Datanglah. Namun, untuk menetralisir aura perjodohan tersebut, Anda harus melakukan teknik 'Pemutarbalikan Impresi'.”

Di kamarnya yang sunyi, Eron membaca pesan itu dengan mata berbinar penuh harapan.

SunWalker: “Bagaimana cara kerja Pemutarbalikan Impresi itu, Oracle?”

Rhea mengetik balasannya dengan kecepatan penuh, menahan tawa jahatnya agar tidak terdengar hingga ke rumah sebelah.

Oracle R: “Mudah. Wanita menyukai kepastian dan kenyamanan yang klise. Untuk merusak frekuensi perjodohan ini secara alami, Anda harus menampilkan energi yang berlawanan total. Ikuti tiga instruksi ini:

Pertama, ketika memesan makanan, pesanlah menu yang paling sulit dan berantakan untuk dimakan, misalnya iga bakar madu ukuran jumbo atau kepiting soka tanpa alat bantu. Makanlah menggunakan tangan kosong dengan sangat lahap, biarkan sausnya menempel di pipi Anda sebagai simbol 'kejujuran hewani'.

Kedua, jawablah setiap pertanyaannya menggunakan jargon-jargon korporat tingkat tinggi yang tidak masuk akal untuk obrolan santai, seperti 'Sinergitas hubungan kita harus melewati fase inkubasi kelayakan finansial' atau 'Saya memandang masa depan kita sebagai bentuk diversifikasi risiko portfolio'.

Ketiga, dan ini yang paling penting: di tengah kencan, ceritakan dengan sangat detail dan tanpa rasa bersalah tentang kebiasaan buruk Anda di masa kecil, misalnya, bagaimana Anda masih sering mengompol saat mimpi buruk hingga usia sekolah dasar. Ini adalah ujian kejujuran absolut. Jika dia mundur, berarti energinya memang tidak selaras dengan Anda. Laporkan hasilnya segera.”

Eron menatap layar ponselnya dengan mulut sedikit terbuka. "Makan iga pakai tangan? Jargon korporat? Cerita soal ngompol?!" bisiknya dengan dahi berkerut dalam. Logika CFOnya berteriak bahwa ini adalah tindakan bunuh diri sosial. Namun, mengingat bagaimana semua instruksi Oracle sebelumnya selalu "berhasil" (termasuk martabak dan angkot), Eron menepis keraguannya.

"Oracle nggak pernah salah," gumam Eron mantap. "Gue harus tegas demi kebebasan jiwa gue."

Lihat selengkapnya