Dukun Online VS Tetangga Rese

Amila Fitriati Mardhatillah
Chapter #13

Kembang Tengah Malam

Kebohongan tentang "proyek aplikasi UMKM" yang dikarang bebas oleh Rhea di teras Tante Maia tempo hari ternyata berbuntut panjang. Kini, setiap pagi Nyak Rodiah selalu mengetuk pintu kamar Eron hanya untuk menanyakan perkembangan fitur aplikasi tersebut. "Eron, itu aplikasi martabak buatan lu ama si Rhea kapan kelarnye? Nyak mau usul nih, ntar di menu utamanye kudu ada gambar ondel-ondel lagi megang martabak keju! Biar keliatan ada unsur budayenye!"

Di seberang pagar, Ibu Andi Tenri juga tidak kalah aktif. Ia mulai rajin membuatkan kue-kue tradisional khas Makassar seperti barongko dan sanggara baluba untuk Rhea, dengan pesan sponsor yang sangat jelas: "Rhea, ini mamamu buatkan kue agak banyak. Kau bawa ke sebelah, kasih ke rekan proyekmu itu. Bilang sama Eron, jangan terlalu kaku kalau bikin desain. Harus ada sentuhan kelas atasnya."

Eron dan Rhea pun terpaksa terjebak dalam lingkaran sandiwara yang mereka ciptakan sendiri. Mereka harus berpura-pura sering berdiskusi di teras rumah demi memuaskan rasa ingin tahu kedua ibu mereka yang masih saling memonitor dengan ketat dari balik gorden masing-masing. Namun, di balik layar digital, dinamika yang jauh lebih rumit sedang terjadi.

Malam itu, pukul sembilan, Rhea duduk termenung di meja belajarnya. Di sudut meja, piringan hitam Chet Baker Sings pemberian Eron tergeletak rapi. Rhea menatapnya dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi, ia merasa hubungannya dengan Eron di dunia nyata semakin dekat dan hangat. Di sisi lain, ia merasa seperti seorang penipu ulung yang sedang mempermainkan perasaan pria setulus Eron.

"Gue harus mastiin sekali lagi," gumam Rhea, menyalakan ponsel rahasia Oracle R. "Gue harus tahu, apa dia beneran ngelakuin semua ini murni karena percaya sama Oracle, atau... karena emang dia udah mulai peduli sama gue?"

Rhea menarik napas dalam-dalam, lalu mulai mengetik instruksi baru. Kali ini, instruksinya sangat spesifik, sangat berani, dan tidak mungkin bisa didelegasikan kepada orang lain.

Oracle R: “SunWalker, selamat malam. Energi Anda dan tetangga Anda saat ini sedang berada dalam fase 'Integrasi Frekuensi'. Namun, ada satu sumbatan kecil yang harus dilarutkan agar hubungan Anda dengannya benar-benar harmonis tanpa ada dendam masa lalu yang tersisa.

Misi Anda malam ini adalah: Carilah satu ikat bunga Lily putih segar. Tepat pukul 12 tengah malam, letakkan bunga tersebut di atas pagar rumah tetangga Anda itu secara diam-diam. Jangan sampai ada orang rumah atau satpam komplek yang melihat Anda. Bunga Lily putih adalah simbol ketulusan, permintaan maaf yang suci, dan pembersihan memori negatif. Jika Anda berhasil melakukannya tepat waktu, alam semesta akan melancarkan seluruh jalan asmara Anda. Laporkan jika misi ini selesai.”

Rhea menekan tombol kirim, lalu langsung melempar ponselnya ke atas kasur. Jantungnya berdegup kencang. "Gila lo, Rhea! Lily putih jam dua belas malam? Mana ada toko bunga buka jam segini di deket komplek?!" bisiknya panik pada dirinya sendiri. Di kamar sebelah, Eron baru saja selesai mandi dan bersiap untuk tidur ketika ponsel rahasianya bergetar. Begitu membaca instruksi dari Oracle, mata Eron langsung membelalak lebar.

"Bunga Lily putih? Pukul dua belas malam?!" teriak Eron tanpa suara.

Lihat selengkapnya