Dunia Cermin

Celyn
Chapter #10

Bab 10: Minta Maaf

“E-van?” mata Sofia membelalak, menatap lama Evan di sana.

“Apa yang kamu lakukan, Sofia?”

Suara Sofia yang tadinya keluar sekencang itu, kini berubah tergagap tanpa ia kehendaki. Gadis itu sendiri bahkan tidak mengerti kenapa ia tergagap.

“A-a-aku ….”

Mata Evan beralih ke tangan Sofia yang masih mencengkeram rambut Arva. Laki-laki itu menyentak kasar tangan itu hingga terlepas dari rambut Arva, dan membuat Sofia meringis.

Arva jelas ingin bertanya sekarang juga. Tapi ia memilih untuk merapikan rambutnya dulu.

“Sialan,” gumam Arva pelan, nyaris tak terdengar.

Baru saja Arva hendak merapikan rambutnya, tapi sepasang tangan kini ikut menyentuh rambutnya dan meluruskannya pelan-pelan, seakan jika ia memakai tenaga sedikit, itu akan merontokkan semuanya.

“Kamu nggak apa-apa?” tanya Evan, tangannya sibuk merapikan rambut Arva.

Arva terdiam, matanya menatap Evan lama. Sebenarnya gadis itu tidak tahu harus berkata apa. Bagaimana bisa Evan ke sini dan menolongnya tanpa ragu? Padahal laki-laki itu bisa saja terkena masalah karenanya.

Lantaran Arva tidak juga menjawab. Evan menunduk, menyejajarkan wajahnya dengan gadis itu. “Hei … kok diam aja?”

Arva tersentak begitu wajah dan suara khas laki-laki itu keluar, terutama … wajah mereka begitu dekat. Tanpa sadar, kini bibirnya tergagap. “A-a-aku baik-baik saja.”

Ryan memperhatikan gadis itu lama, sampai akhirnya ia dapat menghela napas lega. Karena kondisi Arva sudah tak terlihat gemetar.

Dan tanpa aba-aba, Ryan melangkah maju. Langkahnya berhenti tepat di hadapan Sofia yang masih menundukkan wajahnya.

“Sofia … kamu harus minta maaf ke Arva.”

Sofia tak menoleh sedikit pun pada Ryan, gadis itu masih menunduk, menatap kosong ke lantai.

Rahang Ryan mengeras tanpa ia sadari. Melihat Sofia terus saja diam, dan terutama tidak merasa bersalah sedikit pun pada Arva, membuat Ryan tidak dapat menahan diri lagi.

“SOFIA!”

Bentakan itu membuat Sofia tersentak. Kepalanya mendongak ke Ryan. “Ryan … apa kamu membenciku?”

Dahi Ryan berkerut dalam, tak menyangka bahwa gadis ini akan berubah semengerikan ini hanya karena ia memutuskan hubungan mereka.

“Sofia … sudah cukup. Kelakuanmu sudah lewat batas.”

Lihat selengkapnya