Dunia Cermin

Celyn
Chapter #11

Bab 11: Kejanggalan

“Kenapa minta maaf?” dahi Arva berkerut dalam, tak mengerti kenapa tiba-tiba laki-laki di hadapannya berkata begitu.

Evan kini menunduk, tangannya yang tadi mengompres di pipi gadis itu turun perlahan.

“Seharusnya aku datang lebih cepat. Jadi kamu nggak perlu ngalamin ini semua.”

Alis Arva kini hampir bertaut. Jelas masih tak paham maksud Evan. “Bentar-bentar. Ini bukan salah kamu, kenapa malah nyalahin diri sendiri?”

Evan tak lagi mendongak, bahkan menatap Arva seberani tadi, seolah keberaniannya hilang lenyap dalam sedetik.

Arva tak menerima diamnya itu, suaranya sengaja ia naikkan hingga dapat membuat Evan terpaksa mendongak dan menatapnya.

“Dengarin, ya. Ini semua terjadi karena pilihan aku, dan kalaupun iya kamu nggak datang, aku udah berencana untuk membalas Sofia!”

Evan akhirnya mendongak, menatap Arva yang kini menyilangkan tangan di depan dada dengan yakin. “Jadi kamu nggak perlu nyalahin diri kamu!”

Evan terdiam lama, menatap wajah Arva yang kini terus meyakinkan bahwa dirinya tidak salah. Padahal selama ini, ia sebagai anak tertua selalu mengemban semua tanggung jawab.

Jika adiknya berbuat salah sekali pun, Evan-lah yang akan menerima tanggung jawab itu, dan merelakan dirinya untuk dimarahi. Selama ini begitulah hidupnya, tapi … ini pertama kalinya dalam hidupnya, seseorang mengatakan bahwa ia tidak bersalah.

Evan tanpa sadar mengulas senyum tipis, senyum tulus yang bahkan jarang ia perlihatkan pada siapa pun.

“Makasih … udah ngatain itu.”

Arva masih dengan senyumnya di sana, tak luntur sejak tadi. “Tentu dong—”

Lagi-lagi Arva meringis kencang, tangan Evan sudah mengompres pipinya lagi.

“Ck! Gak dengerin apa, sakit tau!”

Tawa kecil lolos dari bibir Evan. “Jangan cengeng.”

 

***

 

“Wah! Siapa nih yang sekarang jadi bintang utama di kampus!” seru Naya, lalu duduk begitu saja di samping Arva.

Arva hanya meliriknya sekilas dari ekor mata, lalu kembali menghadap ponselnya.

“Hah? Kamu barusan nyuekin aku?”

Arva masih tak menjawab, atau mungkin tidak berniat menjawab sama sekali.

Lihat selengkapnya