Sejak pertemuannya dengan Elena di bawah pohon bercahaya malam itu, sesuatu dalam diri Calvin perlahan berubah. Perasaan sesak yang selama ini menempel di dadanya memang belum benar-benar hilang, tetapi setidaknya kini ada sedikit ruang untuk bernapas. Dunia asing ini masih terasa membingungkan dan menakutkan, namun kehadiran Elena membuat semuanya terasa lebih ringan daripada sebelumnya.
Pagi datang tanpa matahari. Langit dunia itu kembali dipenuhi cahaya putih pucat yang menyebar seperti kabut tipis. Tidak ada awan, tidak ada warna jingga seperti pagi di Bumi. Hanya hamparan terang yang terasa terlalu tenang untuk disebut alami.
Calvin duduk di tepi bukit sambil memandang dataran luas di bawah sana. Rumput-rumput putih bergerak pelan tertiup angin dingin. Dari kejauhan, sungai yang mengalir ke arah langit masih terlihat seperti mimpi yang mustahil dipahami. Namun akhir-akhir ini, dunia itu mulai berubah. Keindahan yang dulu terasa menenangkan kini perlahan berubah menjadi sesuatu yang mengganggu. Calvin mulai sering melihat retakan aneh di langit. Kadang hanya muncul sesaat sebelum menghilang lagi seperti ilusi. Kadang terdengar suara gemuruh samar dari tempat yang tidak terlihat. Bahkan beberapa pohon besar di sekitar mereka mulai menghitam perlahan, seolah dunia ini sedang membusuk dari dalam. Dan anehnya, hanya Calvin yang paling sering menyadarinya.
“Kamu belum tidur?”
Suara Elena membuat Calvin menoleh pelan. Perempuan itu berjalan mendekat sambil membawa sesuatu yang terlihat seperti buah berwarna biru pucat. Rambut panjangnya bergerak lembut tertiup angin, sementara tatapannya tetap setenang biasanya.
Calvin menggeleng kecil. “Aku nggak bisa tidur.”
Elena duduk di sebelahnya tanpa banyak bicara. Beberapa detik mereka hanya diam memandangi dunia asing di hadapan mereka.
“Ada yang mengganggu pikiranmu lagi?” tanya Elena akhirnya.
Calvin menarik napas pelan sebelum menjawab. “Aku merasa dunia ini mulai berubah.”
Elena tidak langsung menjawab. Tatapannya justru mengarah ke langit putih di atas mereka.
"Kamu juga melihat retakan itu, kan?" lanjut Calvin.
Kini Elena menoleh. Ada sesuatu di matanya. Sesuatu yang sulit dijelaskan.
"Dunia ini mulai tidak stabil." Jawabnya lirih.
“Kenapa?”
“Karena seseorang mulai sadar.” Kalimat itu membuat Calvin mengernyit bingung.
“Sadar tentang apa?”
Elena tersenyum tipis, tetapi senyumnya terasa menyimpan kesedihan.
“Nanti kamu akan mengerti.”